Bulog, Mengawal Ketahanan Pangan Dari Ujung Negeri

  • 18 Mei 2026 14:33 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang- Hujan yang mengguyur di kaki gunung kelam semalaman menyisakan udara dingin. Cahaya matahari yang muncul belum mampu mengusir sejuk pagi ini, tapi kaki-kaki para petani sudah terbenam di tanah sawah desa Kelam Sejahtera kecamatan Kelam Permai kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Hari itu, Pemerintah mencanangkan gerakan tanam serempak 50.000 hektar di 25 provinsi, Rina dan dua saudaranya berada dikelompok tani dusun Tekang, Perempuan Dayak ini yang mulai terbiasa menanam padi persawahan, sudah lama mereka meninggalkan ladang mungguk (ladang berpindah) mereka terlihat terampil menanam padi sawah dengan menandur.

“ Kami sudah lama meninggalkan ladang mungguk, dengan bersawah hasilnya lebih banyak, Nanamnya bisa dua tiga kali setahun tergantung kemampuan kita,” ungkap Rina.

Dulu warga dayak perbatasan ini membangun ketahanan pangan keluarga dengan cara ladang berpindah, sebelumnya desa ini tidak ada lahan sawah mereka beradaptasi cukup lama karena lahan pertanian semakin sempit, warga beadaptasi dengan bersawah. Untuk mengelola sawah terdapat 3-5 kepala keluarga (KK) yang berada pada satu hamparan persawahan.

Ketua Tim Kerja Kementerian Pertanian Kabupaten Sintang, Yoane, menegaskan kawasan Kelam Sejahtera salah satu kawasan yang dipacu untuk meningkatkan produktivitas lahan di Kabupaten Sintang melalui program Optimalisasi Lahan (OPLAH).enurutnya program OPLAH bertujuan mengubah siklus lahan yang pasif menjadi jauh lebih produktif. Pihaknya menargetkan produksi padi yang tadinya hanya 3 ton per hektar bisa meningkat hingga 4,5 ton per hektar.

“Kami berupaya menyukseskan program gerakan tanam serempak 50.000 hektar di 25 provinsi, Kementerian Pertanian terus memacu produktivitas lahan di Kabupaten Sintang melalui program Optimalisasi Lahan (OPLAH). Gerakan ini difokuskan di Desa Kelam Sejahtera, Kecamatan Kelam Permai, dengan target mempercepat tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

"Dengan adanya kegiatan OPLA ini untuk mengoptimalkan lahan itu sehingga kita bisa meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali dari IP 100 menjadi IP 2 atau dua kali panen dalam 1 tahun. kita akan menuju ke tiga kali panen dalam 1 tahun," tegas Yoane , Kamis, 30 April 2026.

Untuk mengejar target besar tersebut, pihaknya mengerahkan 94 penyuluh pertanian, mereka bekerja ekstra tanpa mengenal hari libur. Intensitas pendampingan petani bahkan membuat para petugas di lapangan hanya memiliki sedikit waktu istirahat.

"Kami tidak ada kenal tanggal merah. Kami selalu bekerja walaupun absen sampai hari Jumat, tetapi laporan kami hari Minggu pun siap dilaksanakan. Jadi setiap hari kami bekerja mendampingi petani," tambahnya.

Ia juga bertekad dengan hasil yang melipah, padi hasil para petani ini nantinya dapat diserap oleh Bulog Sintang sehingga kedaulatan pangan dapat terwujud di kabupaten perbatasan ini, apalagi saat ini ada langkah Bulog dalam menyerap beras hasil panen petani lokal yang menjadi kebijakan strategis berdampak besar bagi petani di Kabupaten Sintang.

"Tentu harapan kita masyarakat, khususnya petani dan kelompok-kelompok tani bisa bersinergi bersama, sehingga terjalin kerja sama yang baik, sehingga dunia pertanian kita di Kabupaten Sintang akan lebih baik dan bisa mendukung program pemerintah pusat untuk swasembada pangan," ujarnya.

Program gerakan tanam serempak 50.000 hektar di 25 provinsi di Kecamatan Kelam Permai Sintang Kalimantan Barat.// Foto :rri.co.id

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Martin Nandung menegaskan Pemerintah Kabupaten Sintang akan terus mendukung upaya ini dengan memastikan produksi beras petani tetap berkualitas dan memenuhi standar yang dibutuhkan Bulog.

Martin menambahkan dengan adanya penyerapan beras oleh Bulog, petani tidak perlu khawatir tentang pemasaran hasil panennya.

"Untuk penyerapan beras ini harga standar dari pemerintah sebesar Rp12.000 yang bisa ditampung oleh Bulog, kita masih sampaikan ke petani kalau memang ada sentra-sentra produksi beras yang kesulitan untuk pemasaran kita akan mengusahakan itu, karena Bulog siap menampung berapapun hasil produksi petani kita,” tuturnya.

Kepala Perum Bulog Cabang Sintang, Ahmad Aminudin menyatakan, hingga saat ini Bulog sangat terbuka untuk menyerap gabah para petani lokal Sintang, Ia mengakui diawal ini memang hasil gabah petani lokal belum masuk ke Bulog namun preses kearah itu terus dilakukan melalui penerapan standarisasi yang diberlakukan Bulog.

“ Standarisasi mutu dan harga terus kita lakukan, dan kita optimis nantinya dapat terwujud, namun yang cukup menggembirakan saat ini kita mulai dengan penyerapan hasil pertanian jagung, realisasi cadangan jagung di wilayah Bulog Sintang berhasil melampaui target yang telah ditetapkan,” kata Ahmad Aminudin.

“Alhamdulillah berkat support dari para petani dan dari Polres Sintang dan Polres Melawi, untuk cadangan jagung di tahun 2025 tembus 190 ton. Sedangkan untuk target pengadaan kami itu hanya 180 ton, jadi kemarin kita untuk Bulog Sintang lebih dari 100 persen,” ujarnya.

Amin menegaskan kesiapan Bulog dalam menyerap jagung petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, selama memenuhi standar kualitas yang ditentukan. Dengan stok jagung yang nantinya ada, dikatan Amin, Bulog harus siap menyerap dengan harga yang sudah ditentukan, yakni seharga Rp6.400 per kilogram.

"Namun ada beberapa kriteria ya, seperti kadar air maksimal 14 persen, kemudian ada pemeriksaan terkait dengan jamur Aflatoksin maksimal 50 part per billion,” ujar Amin.

Di tahun 2026 ini, Amin juga berharap cadangan jagung yang tersedia nantinya dapat disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung khusus untuk peternak di Kabupaten Sintang.

Stok Jagung di Gudang Bulog Sintang.// Foto: rri.co.id

“Mudah-mudahan cadangan jagung kita ini nantinya bisa ada penyaluran SPHP jagung untuk peternak di Sintang juga, jadi tidak perlu dioper ke kabupaten sebelah. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Peternakan untuk mendata nama-nama peternak yang nanti layak menerima bantuan. Jadi jagung di kami itu nanti dari petani Sintang untuk peternak Sintang,” katanya.

Dengan capaian tersebut, Perum Bulog Cabang Sintang optimistis penguatan cadangan jagung daerah dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi lintas sektor demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani serta peternak lokal.

Menurut Amin, penyaluran jagung tersebut nantinya akan menggunakan skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung yang diperuntukkan khusus bagi para peternak ayam petelur. Ia menambahkan, mekanisme pembelian jagung SPHP nantinya harus dilakukan melalui tahapan administrasi yang telah ditetapkan.

“Untuk jagung ini mekanismenya nanti ada namanya SPHP jagung dan diperuntukan untuk peternak ayam petelur. Untuk membelinya nanti ada mekanisme tersendiri, biasanya mereka mengajukan ke dinas terkait, kemudian dinas mengajukan ke pusat dan nanti yang mengeluarkan instruksi penyaluran dari Bapanas. Kemudian nanti Bapanas mengeluarkan instruksi sudah dengan by name by address, tujuannya sudah ditentukan,” katanya.

Meski demikian, Amin menyampaikan hingga saat ini penyaluran jagung tersebut belum dilakukan karena masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Namun, stok jagung di Bulog Sintang dipastikan terus bertambah.

“Untuk jagung ini penyalurannya saat ini belum ya, proses penjualan jagung ini nanti kita masih menunggu arahan. Tetapi untuk stok jagung ini dari Polri masih terus masuk,” ujarnya.

Dengan ketersediaan stok jagung yang cukup dan dukungan dari berbagai pihak, Perum Bulog Cabang Sintang terus berkomitmen menjaga pasokan pangan lokal guna mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sintang dan Melawi.

Panen Jagung serentak di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat.// Foto : Istimewa

Melimpahnya hasil Panen jagung di Sintang ternyata membuka peluang usaha peternakan di Sintang, pasokan telur ayam yang selama ini dipasok dari Singkawang dapat dikurangi oleh para peternak lokal, Potensi ini mulai dilirik sejumlah pengusaha peternakan di Sintang.

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Maju Jaya di Desa Dak Jaya, Kabupaten Sintang, tengah mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang kini menjadi penopang ekonomi warga sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. Bumdes ini mampu membangun kandang ayam dan mempekerjakan masyarakat sekitar.

Diawal usaha Bumdes ini mengembangkan 500 indukan ayam petelur yang setiap harinya menghasilkan sekitar 400 butir telur. Hasil produksi telah dipasarkan hingga ke wilayah Kabupaten Sintang.

Peternakan Ayam Petelor di Desa Dak Jaya Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang. Foto :rri.co.id

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyatakan, Inisiatif ini tidak hanya memberi nilai ekonomi, tapi juga memperlihatkan bagaimana desa bisa mandiri dan berdaya saing di bidang pangan.

Bala menilai keberhasilan Bumdes Dak Jaya menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari skala desa bersinergi dan menjadi rantai yang saling mendukung dari hilir hingga ke hulu.

Selain menciptakan lapangan kerja baru, usaha ini juga membantu menekan ketergantungan terhadap pasokan telur dari luar daerah. Warga setempat merasakan langsung manfaatnya karena kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan harga lebih stabil.

“Kita punya Bulog yang siap menjadi penampung hasil pertanian padi dan Jagung, menjaga stabilitas pangan menciptakan peluang usaha lainya sehingga nantinya menjadi rantai ekonomi yang saling keterkaitan,mengawal ketahanan pangan diujung negeri harapanya kita sebagai masyarakat perbatasan mampu berdaulat berdiri di kaki sendiri seperti cita cita presiden,” tandasnya.//(fik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....