Sintang Dorong Program Satu Desa Satu Hektare Jagung
- 27 Jan 2026 15:09 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah program penanaman jagung yang ditargetkan dilaksanakan di setiap desa di wilayah Kabupaten Sintang pada tahun 2026.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menyampaikan pemerintah daerah bersama Polres Sintang, jajaran polsek, serta para camat telah melakukan rapat koordinasi untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya pada komoditas jagung.
“Kami boleh sampaikan, memang arahan untuk jagung ini dari Bapak Kapolda langsung. Secara umum sudah sering kali saya sampaikan potensi terhadap jagung ini,” ujar Ronny saat Rapat Koordinasi yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Selasa, 27 Januari 2026.
Ronny menjelaskan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sintang menetapkan kebijakan minimal satu desa memiliki lahan kebun jagung seluas satu hektare. Saat ini, Kabupaten Sintang tercatat memiliki 391 desa yang seluruhnya diwajibkan mendukung program tersebut tanpa pengecualian.
“Menjadi keputusan pemerintah daerah dan sudah dirapatkan juga dengan Pak Bupati di tahun 2025. Pokoknya di tahun 2026 ini, 391 desa di Sintang harus mendukung ketahanan pangan di bidang jagung. Minimal satu desa satu hektare. Tidak ada pengecualian,” katanya.
Ia menambahkan, program penanaman jagung ini nantinya akan menjadi bagian wajib dalam proses verifikasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2026. Pemerintah daerah juga akan mengarahkan sistem penanaman hingga pascapanen agar program tersebut berjalan berkelanjutan.
“Jadi nanti saat verifikasi APBDes tahun 2026, wajib ada ketahanan pangan di sana, dan ketahanan pangannya di bidang jagung. Sistemnya nanti akan kita arahkan mulai dari penanaman sampai pasca panennya,” ucap Ronny.
Menurut Ronny, jagung memiliki potensi ekonomi yang besar karena menjadi bahan utama pakan ternak. Saat ini, kebutuhan jagung untuk pakan masih dipenuhi dari luar negeri maupun dari Pulau Jawa, termasuk untuk wilayah Kalimantan Barat.
“Jagung ini menjadi bahan pokok pakan. Sekarang negara masih membeli dari luar negeri, dan di Kalimantan Barat kita juga masih ambil dari Jawa. Jadi ini peluang besar bagi kita,” tutur Ronny.
Ronny menegaskan program ini sejalan dengan keinginan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri agar daerah mampu mencapai swasembada pangan demi memperkuat perekonomian nasional dan daerah. Ia berharap pada tahun-tahun berikutnya penanaman jagung dapat berkembang secara mandiri.
“Alangkah kuatnya perekonomian suatu daerah jika kebutuhan pangannya bisa dipenuhi sendiri. Nanti teman-teman di kecamatan kami beri keleluasaan untuk berinovasi. Mau menggandeng pengusaha lokal atau pihak lain, silakan berimprovisasi di lapangan, asalkan tidak merugikan keuangan negara,” katanya.
Namun, ia mengakui program penanaman jagung ini masih tergolong baru, sehingga ekosistem dan siklus ekonominya belum terbentuk secara sempurna. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem tersebut, mulai dari proses tanam hingga pemasaran hasil panen. (Sta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....