Tanggo Saratus Spot Wisata Sejarah
- 19 Jun 2024 23:41 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga : Kota Sibolga, Sumatera Utara memiliki sejumlah tempat dan bangunan yang memiliki nilai sejarah dan kini menjadi salah satu spot wisata sejarah di daerah ini, dan artikel ini menjadi topik program Teras Pro2 RRI Sibolga, Selasa (18/6/3024).
"Tanggo Saratus (Tangga Seratus) begitu warga pesisir menyebut tempat terletak di Kelurahan Pasar Baru, Kota Sibolga.
Memang, namanya Tangga Seratus. Namun bukan berarti jumlah anak tangga di tempat itu berjumlah 100. Melainkan berjumlah 298, dan itulah salah satu keunikan tempat ini.
Dengan jumlah anak tangga yang jumlahnya lumayan banyak itu, sudah pasti memerlukan tenaga lebih untuk menapakinya. Namun semua lelah akan terbayar ketika sudah berada di Puncak Bukit Tangga Seratus.
Dari Puncak Bukit Tangga Seratus, pengunjung dapat menikmati panorama alam Kota Sibolga yang eksotis dengan lautnya nan biru serta keindahan Teluk Tapian Nauli.
Tetapi dibalik keindahan Tangga Seratus, ada catatan sejarah tentang tempat ini yang di sekitar tangga seratus juga terdapat goa Jepang.
Ceritanya, goa itu dulu dipakai tentara Jepang sebagai lubang pengintai pergerakan membahayakan atau mencurigakan.
Di dalam goa buatan tentara Jepang itu terdapat satu pintu masuk dan dua lajur di dalamnya yang berbentuk huruf Y.
Kembali ke Tangga Seratus, saat pertama kali dibangun di era kolonial Belanda, Tangga Seratus hanya berbentuk seperti bantaran rel kereta api yang menjulur ke arah puncak bukit.
Destinasi sejarah Tangga Seratus diperkirakan telah berusia ratusan tahun lebih atau saat masa pendudukan Belanda.
Saat masa agresi militer Belanda II, Tangga Seratus kembali digunakan tentara penjajah untuk memantau aktivitas bahari Sibolga, misalnya melihat masuk dan keluarnya kapal berlayar.
Pembangunan Tangga Seratus pun memiliki catatan kelam. Konon ceritanya Ratusan warga Sibolga dipaksa bekerja oleh kolonial Belanda untuk membangun Tangga Seratus
Di Puncak Bukit Tangga Seratus juga masih terdapat bangunan perusahaan air minum berdiri kokoh. Gedung perusahaan air minum itu dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda tahun 1929.
Di dekat gedung perusahaan air minum buatan pemerintah kolonial Belanda itu, ada sirene yang energinya diambil dari dinamo tua.
Saat itu digunakan untuk memanggil para pekerja perusahaan air minum serta pertanda jam malam.
Namun kini sirene itu hanya terdengar di bulan ramadhan sebagai penanda pemberitahuan waktu berbuka puasa maupun imsyak.
Kini Tangga Seratus kondisinya tidak lagi seperti awal dibangun pemerintah kolonial Belanda. Pemerintah telah merenovasinya tanpa menghilangkan aspek nilai sejarahnya.
Tangga Seratus kini telah berganti kokohnya semen ketika dipijak. Di sisi kanan dan kirinya pun telah dipasang penopang untuk berpegangan.
Tangga Seratus sekarang juga menjadi lokasi para atlet daerah dari Kota Sibolga untuk berlatih fisik.
Pengunjung wisatawan yang ingin menikmati alam Kota Sibolga juga lalu lalang melewati Tangga Seratus untuk mencapai puncak bukit da
Pemerintah Kota Sibolga telah menetapkan destinasi sejarah Tangga Seratus sebagai bagian situs cagar budaya daerahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....