Mengenal Desa Sade, Warisan Budaya Suku Sasak
- 24 Agt 2026 19:59 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Desa Adat Sade merupakan permukiman tradisional Suku Sasak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kawasan budaya tersebut dilanda kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Kisah Desa Adat Sade dibahas dalam acara SPADA, Senin, 24 Agustus 2026. Desa ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Lombok Tengah.
Pendengar Pro 2, Nabila, turut menyampaikan rasa prihatin terhadap musibah yang menimpa masyarakat Sade. "Saya ikut sedih karena mereka kehilangan rumah dan bagian dari warisan budayanya," ujarnya. Nabila berharap masyarakat Sade mendapat dukungan selama proses pemulihan berlangsung. Ia menilai kelestarian budaya Sade perlu diperhatikan bersama setelah musibah tersebut.
Desa Sade berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyebutnya sebagai Desa Wisata Sade yang memiliki nilai adat kuat. Sade dikenal melalui rumah tradisional, kehidupan masyarakat, serta berbagai tradisi Suku Sasak. Keberadaan rumah adat tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.
Pariwisata Sade menawarkan pengalaman mengenal kehidupan masyarakat Sasak secara langsung. Wisatawan dapat melihat rumah adat, tradisi menenun, kerajinan, serta kehidupan warga setempat.
Rumah-rumah di Sade bukan bangunan museum atau sekadar tempat pameran budaya. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal masyarakat Sasak yang masih menjalankan kehidupan sehari-hari.
Salah satu daya tariknya adalah rumah tradisional yang dikenal sebagai Bale Tani. Bangunan tersebut memiliki atap alang-alang serta dinding dan lantai dengan material tradisional.
Wisatawan juga dapat melihat tradisi menenun yang dilakukan perempuan Suku Sasak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelestarian budaya sekaligus sumber penghasilan masyarakat.
Suku Sasak sendiri merupakan masyarakat asli Pulau Lombok dengan tradisi yang diwariskan lintas generasi. Di Sade, kehidupan masyarakat juga memperlihatkan perpaduan antara adat Sasak dan ajaran Islam.
Kebudayaan Sasak terlihat melalui rumah adat, pakaian, kerajinan, tradisi perkawinan, hingga kegiatan menenun. Berbagai unsur tersebut membuat Sade menjadi ruang hidup sekaligus ruang pembelajaran budaya bagi wisatawan.
Dikutip dari website resmi pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, kebakaran tersebut berdampak terhadap permukiman masyarakat dan kawasan wisata Desa Sade. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kini menyiapkan langkah penanganan dan penataan kembali kawasan tersebut.
Pemerintah setempat juga menegaskan penataan tidak boleh menghilangkan identitas Desa Sade sebagai kawasan adat. Proses pemulihan juga perlu mempertimbangkan keselamatan warga dan keberlanjutan pariwisata.
Musibah tersebut menjadi pengingat bahwa desa wisata bukan sekadar tempat kunjungan wisatawan. Desa wisata juga menjadi ruang hidup masyarakat dan tempat warisan budaya terus diwariskan. Karena itu, pemulihan Desa Sade perlu melibatkan masyarakat adat dan tokoh setempat. Upaya tersebut diharapkan menjaga kehidupan warga sekaligus mempertahankan budaya Suku Sasak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....