Gempa Tektonik dan Vulkanik, Apa Perbedaannya?
- 14 Sep 2026 12:45 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang cukup sering terjadi karena Indonesia memiliki aktivitas tektonik dan vulkanik tinggi. Perbedaan sumber gempa perlu dipahami masyarakat sebagai bagian dari edukasi kebencanaan dan upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pergerakan lempeng bumi dapat menyebabkan tekanan serta energi terakumulasi di dalam kerak bumi. Ketika energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba, terjadi gempa tektonik akibat perubahan struktur batuan atau aktivitas sesar.
Gempa tektonik merupakan gempa yang berkaitan dengan aktivitas tektonik, seperti pergerakan lempeng dan sesar. Gempa tersebut dapat terjadi di berbagai wilayah yang memiliki sesar aktif atau dipengaruhi pergerakan lempeng bumi.
Gempa vulkanik berkaitan dengan aktivitas gunung api, termasuk pergerakan magma di dalam gunung. Gempa jenis tersebut umumnya berkaitan dengan kawasan gunung api aktif dan menjadi bagian pemantauan aktivitas vulkanik.
Gempa vulkanik pada umumnya memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan banyak gempa tektonik. Meski demikian, aktivitas gempa vulkanik penting dipantau karena dapat menjadi salah satu indikator aktivitas gunung api.
Gempa tektonik dalam beberapa kejadian dapat memiliki kekuatan besar dan dirasakan masyarakat dalam wilayah luas. BMKG melakukan analisis terhadap episenter, kedalaman, mekanisme sumber, serta tingkat guncangan yang dirasakan masyarakat.
Sementara gempa vulkanik berkaitan dengan tekanan atau pergerakan magma dalam gunung api aktif. Perbedaan lokasi, sumber, dan mekanisme tersebut menjadi dasar penting dalam memahami karakter masing-masing jenis gempa.
Bagi masyarakat, pemahaman jenis gempa perlu disertai kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Saat gempa terjadi, masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan keselamatan, serta menghindari informasi belum terverifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....