Guru dan Penyiar RRI, Jalan Geprita Menjaga Bahasa

  • 25 Jan 2026 23:00 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga -Suara kegelisahan muda bergema di studio saat kisah cita-cita menjaga bahasa disampaikan penuh emosi. Cerita itu hadir pada Minggu (25/1/2026) membuka obrolan serius tentang masa depan bahasa Indonesia di kota kelahiran.

Geprita Gulo mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni semester 8 Unimed mengungkapkan tekad hidupnya. Ia ingin mengabdi menjadi seorang guru di SMP Negeri 7 Sibolga dan SMA Negeri 3 Sibolga yang merupakan sekolah asalnya.

Selain mengajar, ia memimpikan peran sebagai pengasuh acara atau penyiar di RRI Sibolga suatu hari nanti. Menurutnya radio juga adalah benteng menjaga penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar khususnya ditanah kelahiranya kota sibolga.

Geprita menyoroti maraknya penggunaan istilah asing yang kini digemari generasi muda dalam pergaulan harian dan media digital. Kebiasaan tersebut dinilai berbahaya karena mengikis kecintaan terhadap bahasa nasional sebagai identitas bangsa Indonesia.

Ia prihatin melihat remaja lebih bangga memakai bahasa luar daripada memuliakan bahasa ibu warisan para pendiri bangsa. Menurutnya sikap tersebut mencerminkan kurangnya kesadaran menjaga jati diri melalui bahasa persatuan Indonesia.

Peran guru dianggap sangat penting menanamkan kecintaan bahasa sejak dini melalui pembelajaran konsisten dan keteladanan nyata. Ia ingin hadir di kelas sebagai pendidik yang menanamkan kebanggaan berbahasa kepada setiap peserta didik.

Di dunia penyiaran, Geprita berharap mampu menyampaikan pesan edukatif dengan bahasa santun mudah dipahami semua kalangan. Ia percaya siaran radio efektif membangun kebiasaan berbahasa baik di tengah masyarakat pesisir Sibolga.

Program Sibolga Malam Ini menilai pandangan tersebut relevan menghadapi tantangan globalisasi bahasa semakin kuat dewasa ini. Upaya menjaga bahasa nasional dianggap penting mempertahankan identitas budaya bangsa Indonesia beragam latar belakang.

Geprita mengajak generasi muda bangga menggunakan bahasa Indonesia tanpa minder dalam komunikasi sehari hari maupun ruang publik. Menurutnya bahasa nasional harus menjadi simbol kecerdasan persatuan serta martabat bangsa Indonesia di mata dunia.

Ia berharap lembaga pendidikan dan media lokal terus mendukung gerakan literasi bahasa berkelanjutan di daerah. Peran radio diyakini mampu menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia yang santun bermartabat.

Kisah ini menunjukkan cita cita sederhana mampu memberi pengaruh besar bagi pelestarian bahasa bangsa tercinta. Semangat Geprita Gulo menjadi teladan generasi muda menjaga bahasa sebagai warisan luhur sepanjang zaman.

Rekomendasi Berita