Perempuan Punya Peran Strategis dalam Pengambilan Keputusan

  • 17 Nov 2025 12:43 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga : Perempuan memiliki peran penting dalam setiap proses pengambilan keputusan, baik di lingkungan keluarga, komunitas, maupun ruang publik. Melalui pendekatan Pengarusutamaan Gender (PUG), keterlibatan perempuan kini semakin diakui sebagai elemen kunci dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Fauziah Hasibuan, seorang ASN sekaligus ibu rumah tangga di Kota Sibolga, pada acara Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro 1, Senin (17/11/2025) mengatakan, perempuan bukan hanya pelengkap dalam struktur sosial, tetapi merupakan aktor utama dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan keluarga serta masyarakat. Perempuan memiliki perspektif unik yang mampu memperkaya proses pengambilan keputusan.

Dalam keluarga, perempuan sering menjadi pengatur keuangan, pendidik anak, hingga penentu arah kebijakan rumah tangga. Sementara dalam komunitas dan ruang publik, kehadiran perempuan terbukti mampu membawa pendekatan yang lebih humanis, teliti, dan solutif. “Ketika perempuan diberi ruang untuk terlibat, keputusan yang dihasilkan biasanya lebih komprehensif dan mempertimbangkan kepentingan semua pihak, termasuk kelompok rentan,” kata Fauziah.

Pendekatan PUG (Pengarusutamaan Gender) menjadi strategi penting untuk memastikan perempuan mendapatkan akses, kesempatan, partisipasi, serta manfaat yang setara dalam berbagai sektor pembangunan. Menurut Fauziah, pelaksanaan PUG bukan hanya tentang meningkatkan jumlah perempuan dalam jabatan publik, tetapi juga memastikan kualitas keterlibatan mereka. “Partisipasi perempuan tidak boleh bersifat simbolis. Mereka harus dilibatkan secara bermakna dalam penyusunan kebijakan, perencanaan, hingga evaluasi pembangunan.”

Meski kemajuan telah terlihat, masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan dalam memperjuangkan ruang partisipasi. Stereotip gender, beban ganda antara pekerjaan dan rumah tangga, minimnya dukungan kebijakan, hingga budaya patriarki masih menjadi hambatan di banyak daerah.

Namun, perubahan dapat tercapai melalui peningkatan literasi gender di masyarakat, pembangunan kebijakan yang responsif gender, pemberdayaan ekonomi perempuan, penyediaan ruang bagi perempuan untuk berpendapat dan memimpin. “Perempuan sebenarnya mampu, hanya saja mereka butuh kesempatan yang setara.”

Pelibatan perempuan dalam pengambilan keputusan bukan hanya isu keadilan, tetapi juga strategi pembangunan. Berbagai studi menunjukkan bahwa ketika perempuan berperan sebagai pengambil kebijakan, isu-isu seperti pendidikan anak, kesehatan keluarga, kesejahteraan sosial, dan pemberantasan kekerasan dapat diselesaikan lebih efektif. “Perempuan membawa perspektif yang lebih luas dan sensitif terhadap isu kemanusiaan. Ini sangat penting untuk pembangunan daerah yang inklusif,” kata Fauziah.

Rekomendasi Berita