Cara Menangani Anak Terkena Stunting
- 04 Des 2024 16:47 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak, akibat kekurangan gizi kronis, memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Penanganannya tidak dapat dilakukan secara individu, tetapi harus melibatkan kerja sama multidisiplin.
Hal ini menjadi topik pada Mozaik Indonesia, Stunting, Pro 1 RRI Sibolga, Selasa (3/12/2024). Dikuti dari.situs, ayosehat.kemkes.go.id Terdapat beberapa prosedur utama dalam menangani stunting, yaitu:
Pertama, Tatalaksana Gizi, Aktivitas Fisik, dan Lama Waktu Tidur. Tatalaksana stunting dilakukan oleh dokter spesialis anak dengan pendekatan mencakup pemberian makanan yang cukup, Jadwal tidur yang teratur dan Olahraga atau aktivitas fisik.
Kedua, Bayi Prematur atau Kecil Masa Kehamilan (KMK). Bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan rendah membutuhkan perhatian khusus. Asupan protein dan mineral lebih tinggi untuk bayi prematur, human milk fortifier diberikan guna meningkatkan kandungan gizi dalam ASI. Bayi dengan KMK dapat diberikan terapi hormon untuk membantu perkembangan tubuhnya.
Ketiga, Imunisasi pada Bayi atau Anak Stunting. Anak yang mengalami stunting lebih rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah penting.
Vaksinasi wajib, seperti yang tercantum dalam program PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi), harus dilakukan tepat waktu untuk mencegah penyakit yang dapat memperburuk kondisi stunting.
Keempat, Stimulasi. Anak stunting sering kali mengalami keterlambatan perkembangan, sehingga diperlukan intervensi khusus, Seprti Rehabilitasi medis dengan terapi yang melibatkan berbagai bidang seperti fisioterapi, terapi wicara, atau terapi okupasi.
Selain itu, Pendekatan multidisiplin Dukungan dari ahli gizi, psikolog anak, dan tenaga medis lain untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....