Olahraga Klasik yang Tetap Memikat Anak Muda
- 20 Jun 2026 09:33 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Sepak bola, olahraga klasik yang telah melintasi berbagai generasi, terbukti belum kehilangan taringnya dalam memikat anak-anak muda zaman sekarang.
Kenyataan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk para pencinta sepak bola lintas generasi.
Rudi Prawira, seorang pencinta bola yang telah mengikuti perkembangan sepak bola tanah air dan internasional ini, memberikan pandangannya terkait gairah ini.
"Gen Z itu punya cara yang unik dalam mencintai sepak bola. Kalau generasi saya dulu nonton bola ya fokus pada taktik dan jalannya pertandingan 90 menit di TV, anak muda sekarang melihat sepak bola sebagai kultur atau gaya hidup," ujar Rudi saat acara Sore Ceria Pro2 RRI Sibolga. Jum'at, 19 Juni 2026.
Menurut Rudi, fanatisme Gen Z tidak berkurang, melainkan bertransformasi menjadi lebih ekspresif dan digital. Mereka tidak hanya menonton pertandingan, tetapi juga merayakannya lewat media sosial, membuat konten video pendek, hingga mengadopsi tren fesyen memakai jersi sepak bola untuk gaya sehari-hari.
Bagi Gen Z, sepak bola adalah sarana instan untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Olahraga ini menjadi "bahasa universal" yang mencairkan kecanggungan di tongkrongan.
Rudi Prawira menambahkan, fanatisme anak muda saat ini sangat dipengaruhi oleh kemudahan akses informasi. Namun, hal itu juga membentuk karakteristik suporter yang berbeda dari generasi sebelumnya.
Gen Z bisa mengetahui kehidupan sehari-hari pemain idola mereka hanya lewat Instagram atau TikTok, membuat ikatan emosional terasa lebih personal.
"Sisi positifnya, mereka sangat update dan punya wawasan global yang luas soal sepak bola. Tapi tantangannya, karena paparan media sosial begitu cepat, kadang mereka jadi lebih mudah terbawa arus rivalitas yang toxic di dunia maya," kata Rudi mengingatkan.
Meskipun ada perbedaan cara menikmati pertandingan, sepak bola tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pemersatu. Di stadion atau di tempat nonton bareng (nobar), sekat usia antara generasi Baby Boomers, Milenial, hingga Gen Z melebur begitu saja saat tim kebanggaan mencetak gol.
Rudi Prawira optimistis olahraga klasik ini tidak akan pernah mati kehabisan peminat dari generasi muda.
"Selama bola itu masih bulat dan dimainkan sebelas lawan sebelas, sepak bola akan selalu punya cara untuk memikat anak muda. Gen Z punya cara tersendiri dalam mencintainya," ujar Rudi menutup obrolan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....