Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Percontohan Pertanian Terpadu: Jagung, Ikan hing

  • 04 Okt 2026 08:37 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapsel – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan perikanan. Setelah sebelumnya mendorong gerakan tanam jagung, pengembangan budidaya ikan dan komoditas kopi, kini langkah tersebut kembali diwujudkan di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH).

Komitmen itu ditandai dengan penanaman jagung sekaligus penebaran benih ikan di kawasan Air Terjun Damparan, Desa Damparan Haunatas, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga yang mewakili Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu.

Penebaran benih ikan dilakukan secara simbolis dengan jumlah 5.250 ekor, terdiri atas 1.000 ekor ikan jurung ukuran 7–8 cm, 1.500 ekor ikan mas ukuran 8–9 cm, 1.500 ekor ikan tawes ukuran lokal 7–8 cm, serta 1.250 ekor ikan baung ukuran 7–8 cm.

Wakil Bupati menyampaikan salam dan dukungan Bupati Gus Irawan Pasaribu kepada masyarakat Damparan. Ia menegaskan, pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian karena sektor tersebut menjadi salah satu program unggulan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bupati berkomitmen penuh mendukung pertanian, khususnya jagung yang akan kita andalkan. Kami dari pemerintah akan menyiapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, termasuk bibit dan dukungan sarana,” ujar Jafar.

Jafar secara khusus meminta Kecamatan Saipar Dolok Hole, termasuk Desa Damparan Haunatas, menjadi salah satu wilayah percontohan dalam pengembangan pertanian dan ekonomi produktif masyarakat.

Menurutnya, dukungan pemerintah akan lebih optimal apabila diikuti dengan keaktifan masyarakat dalam mengelola lahan dan mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

“Bupati selalu menyampaikan kepada saya, buatlah SDH menjadi percontohan. Karena itu saya minta Pak Camat, Pak Sekcam dan seluruh jajaran all out. Jangan sampai saya yang ditegur Bupati karena SDH belum menjadi contoh,” katanya.

Ia menyebut, dukungan pemerintah bukan hanya dalam bentuk program tanam jagung, tetapi juga diarahkan pada penyediaan sarana produksi dan akses pembiayaan bagi kelompok tani.

Termasuk di dalamnya pemanfaatan KUR Berkah dengan bunga 0 persen yang disiapkan untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha produktif. Pemerintah daerah, kata Jafar, juga akan melihat indikator keberhasilan penyaluran pembiayaan tersebut agar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Program yang dilaksanakan di Damparan juga memperlihatkan arah kebijakan Pemkab Tapsel yang mulai mengintegrasikan berbagai potensi ekonomi desa.

Penanaman jagung menjadi bagian dari gerakan pengembangan komoditas pangan, sementara penebaran benih ikan diarahkan untuk mengoptimalkan potensi perairan melalui pengelolaan yang berbasis masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pengembangan kopi sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Jafar mengungkapkan, dirinya baru saja melakukan kunjungan ke Takengon untuk mempelajari tata kelola dan budidaya kopi. Pembelajaran tersebut akan menjadi salah satu bahan untuk membangun tata kelola kopi di Tapsel agar produktivitas dan nilai ekonominya dapat ditingkatkan.

“Saya baru saja ke Takengon untuk melihat bagaimana mereka mengelola kopi. Kita akan belajar dari sana dan bersama Bupati akan membangun tata kelola kopi agar produktivitasnya bagus,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan kopi tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi harus disertai pembibitan, pemeliharaan, pengolahan hingga pemasaran sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.

Dukungan terhadap program pemerintah juga disampaikan tokoh masyarakat Damparan, Zona Marpaung. Ia menyebut masyarakat telah merasakan manfaat dukungan Pemkab Tapsel, khususnya melalui bantuan alat pertanian.

Dengan dukungan alat tersebut, pembukaan lahan menjadi lebih mudah dan biaya pengolahan dapat ditekan. Dari sebelumnya membutuhkan biaya sekitar Rp3 juta, kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp1,5 juta untuk pekerjaan tertentu.

Ia mengatakan, lahan yang telah dikembangkan untuk tanaman jagung terus bertambah. Dari sekitar 20 hektare sebelumnya, kini telah mencapai sekitar 28 hektare dan ditargetkan terus berkembang hingga 35–40 hektare.

“Masyarakat Damparan siap mendukung program jagung, ikan dan kopi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan,” katanya.

Untuk kopi, masyarakat juga menyatakan kesiapan memanfaatkan potensi wilayah Damparan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kawasan produksi sekaligus wisata berbasis kopi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Tapsel H. Sofyan Adil Siregar mengapresiasi semangat dan kekompakan masyarakat Damparan dalam mengembangkan potensi desa.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan perairan melalui konsep lubuk larangan sebagai bentuk kearifan lokal yang tidak hanya menjaga kelestarian ikan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, aturan desa perlu diperkuat sehingga masyarakat memiliki kesepakatan yang jelas mengenai waktu penangkapan ikan. Pengawasan juga perlu melibatkan masyarakat agar keberadaan lubuk larangan benar-benar menjadi aset ekonomi bersama.

“Dari lubuk larangan itu ada dampak ekonomi yang bisa dibuat untuk pembangunan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Sofyan berharap pengelolaan lubuk larangan di Damparan nantinya tidak sekadar menjaga ikan, tetapi mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat dan mendukung pembangunan desa.

Rangkaian kegiatan di Damparan tersebut sekaligus mempertegas arah Pemkab Tapsel dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui sektor-sektor yang langsung menyentuh kehidupan warga.

Jika sebelumnya pemerintah mendorong Gerakan Tanam Jagung, pengembangan Seribu Kolam dan penguatan komoditas kopi, maka kegiatan di Damparan menunjukkan bagaimana program tersebut mulai diterjemahkan menjadi kegiatan nyata di tingkat desa.

Pemkab Tapsel berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama yang mengelola potensi pertanian, perikanan dan perkebunan secara produktif.

Dengan dukungan pemerintah, sarana produksi, akses pembiayaan, pendampingan dan partisipasi masyarakat, Damparan diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu contoh desa yang mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat Tapsel Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat, dengan menjadikan sektor pertanian, perikanan dan perkebunan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat dari desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....