Siswi Kelas 2 SD di Mandailing Natal Ditemukan Tewas Tergantung di Belakang Rumah
- 03 Okt 2026 18:18 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, MANDAILING NATAL — Warga Desa Pasar Baru Malintang, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berusia 9 tahun. Korban berinisial BN ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah pohon yang berada persis di belakang rumahnya, Jumat.
Saat ditemukan warga, korban masih mengenakan seragam sekolah lengkap berupa baju batik dan rok panjang berwarna merah, dengan sehelai kerudung melingkar di lehernya. Warga setempat yang kaget sempat melarikan jasad korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya sudah tidak tertolong.
Mendapati laporan tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mandailing Natal langsung turun tangan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.
"Mendapati laporan terkait peristiwa ini, Sat Reskrim Polres Mandailing Natal langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti," ujar Putra, salah seorang warga setempat.
Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, menyatakan pihak kepolisian akan menyelidiki secara mendalam guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Saat ini, kepolisian berkoordinasi dengan tim medis untuk melakukan autopsi pada jasad korban.
"Pihak kami akan terlebih dahulu melakukan autopsi terhadap jasad korban dan berkoordinasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab kematian siswi kelas dua sekolah dasar ini. Selain itu, kami juga akan memintai keterangan saksi-saksi dan meminta kepada masyarakat yang mengetahui peristiwa ini agar memberikan informasi kepada penyidik," ungkap AKBP Bagus Priandy, dalam keterangannya, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pihak Sekolah Membantah Isu Perundungan
Di sisi lain, kasus ini juga diwarnai dengan bantahan dari pihak sekolah terkait tudingan yang sempat beredar di media sosial. Ibu korban sebelumnya menduga anaknya kerap mendapat tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Menanggapi hal tersebut, wali kelas korban, Anita, dengan tegas membantah tudingan itu. Ia menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah memarahi apalagi melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Meski demikian, Anita mengakui bahwa pada hari kejadian, korban sempat terlihat murung dan menyendiri dari biasanya.
"Dirinya sama sekali tidak pernah memarahi dan bermain fisik terhadap korban. Namun, pada hari saat kejadian, korban terlihat dalam kondisi murung dan menyendiri," tutur Anita.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit guna memastikan motif serta penyebab pasti di balik kematian tragis anak malang tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....