Seberapa Besarkah Pengaruh Kabut Asap Bagi Kesehatan
- 22 Sep 2026 16:29 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, tetapi juga perlu diwaspadai karena dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
Paparan asap dapat membawa berbagai partikel dan zat pencemar ke dalam udara yang dihirup masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah partikel halus atau PM2.5, yang berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Menurut dr.Yovita, masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan, termasuk asma, perlu memberikan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk. Begitu pula dengan anak-anak dan lanjut usia yang termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Masyarakat juga dihimbau tidak hanya melihat ketebalan asap secara kasat mata, tetapi memperhatikan informasi kualitas udara dan kondisi kesehatan masing-masing. Kabut asap dengan demikian bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi perhatian kesehatan masyarakat.
dr. Yovita Alviana, S.Ked., Selasa, 22 September 2026 mengatakan paparan asap dapat menimbulkan sejumlah keluhan kesehatan, mulai dari iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk hingga gangguan pernapasan.
Dijelaskan pula, Ketika kita terpapar asap, partikel-partikel yang ada di dalam asap tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan iritasi, batuk, rasa tidak nyaman pada tenggorokan maupun sesak napas. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah memiliki gangguan pernapasan.”
| Baca juga: Musim Kemarau: Hindari Membakar Lahan |
Ketika udara tercemar, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang berat. Apabila harus melakukan aktivitas di luar, masyarakat perlu menggunakan perlindungan yang sesuai serta mengurangi lamanya paparan.
Dr. Yovita menambahkan, masyarakat perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan yang semakin berat, sesak napas berat, nyeri dada atau kondisi kesehatan yang memburuk.
Sementara itu, menjaga kualitas udara di dalam rumah juga menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan asap. Masyarakat dapat mengurangi masuknya udara tercemar dari luar dan menghindari aktivitas yang menghasilkan asap di dalam ruangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....