Terjatuh dari Perahu, Pria Ditemukan Tewas di Sungai Lumut
- 15 Sep 2026 12:10 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Warga Dusun III, Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, dikejutkan penemuan mayat di sungai pada Senin, 14 September 2026. Korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi terapung di aliran sungai.
Korban diketahui bernama Ranizanto Tafonao, 38 tahun, karyawan swasta asal Kabupaten Padanglawas Utara. Korban sehari-hari bekerja menjaga kebun warga di Desa Lumut Maju dan ditemukan pihak keluarga setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam.
Kapolres Tapanuli Tengah melalui Kapolsek Sibabangun, Iptu Totok C.W., mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan dari dua orang saksi di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika korban bersama anaknya berusia lima tahun hendak pulang setelah mengunjungi rumah kerabat. "Korban menyeberangi sungai menggunakan perahu mesin sebelum tiba-tiba terjatuh ketika mendekati tepi sungai," ucap Kapolsek.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ketika kondisi sungai sedang meluap akibat tingginya curah hujan. "Anak korban yang berada di atas perahu kemudian menangis dan berteriak meminta pertolongan hingga terdengar kerabat yang tinggal di sekitar sungai," jelasnya.
Pencarian terhadap korban dilakukan setelah kejadian, namun korban belum ditemukan pada malam tersebut. Keesokan harinya, keluarga menemukan korban dalam kondisi terapung di sekitar lokasi awal korban terjatuh.
Tim Inafis Polres Tapanuli Tengah bersama personel Polsek Sibabangun dan petugas medis Puskesmas kemudian mendatangi lokasi. Petugas melakukan olah TKP, mengevakuasi jenazah, mengamankan lokasi, serta melakukan pemeriksaan medis awal terhadap korban.
Hasil pemeriksaan medis awal atau Visum et Repertum tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kepolisian juga memperoleh informasi dari keluarga bahwa korban memiliki riwayat penyakit dalam dan beberapa minggu sebelumnya sempat menjalani pengobatan di rumah sakit di Pandan.
Pihak keluarga korban yang berada di Nias telah dihubungi dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga sepakat tidak melanjutkan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan korban sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....