Pemkab Taput Gelar Pelatihan Practical Leadership and Managerial

  • 11 Sep 2026 11:21 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Taput - Untuk membekali para pimpinan perangkat daerah dan aparatur sipil negara (ASN) dengan kepemimpinan berkarakter, keterampilan manajemen praktis, serta komunikasi organisasi yang efektif, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menggelar Pelatihan Practical Leadership and Managerial Skill di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis, 10 September 2026.

Pelatihan yang digelar lewat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)

bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, serta para camat se-Kabupaten Tapanuli Utara, diharapkan dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang semakin responsif, adaptif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tapanuli Utara, Jenri Simanjuntak, melaporkan bahwa pelatihan yang didanai melalui anggaran BKPSDM Taput tersebut ditujukan untuk memantapkan kemampuan kepemimpinan, manajemen, dan komunikasi seluruh pejabat manajerial di lingkungan Pemkab Taput.

Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, diwakili Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, saat membuka pelatihan dengan tema "Practical Leadership & Managerial Skill: From Insight to Action for a Better Future" dalam arahannya menekankan pentingnya pejabat yang berintegritas.

"Jadilah pemimpin yang berkarakter, yang mampu menjadi pengayom, tempat berdiskusi, dan pemberi solusi bagi anggota tim," ujarnya.

Dikatakan, pejabat eselon II dan eselon III selaku pengambil keputusan harus berani mengambil langkah tepat, tidak ragu-ragu dalam mengambil kebijakan, serta tidak melarikan diri dari tanggung jawab ('buang badan') saat menghadapi persoalan pekerjaan.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Johnson Alvonco Hutauruk, praktisi dan pakar kepemimpinan dari Johnson Ministry/STT Trinity,

Pada paparannya, Johnson Alvonco Hutauruk membekali peserta penguasaan lima kecerdasan pimpinan (IQ, EQ, AQ, PQ, dan SQ), lima peran kunci pemimpin (Coach, Trainer, Motivator, Konselor, dan Spiritual Companion), penerapan kerangka kerja POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), serta teknik Problem Solving & Decision Making berbasis data.

Selain itu, pelatihan ini diarahkan secara langsung untuk mengakselerasi berbagai indikator utama pembangunan daerah, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), percepatan penanganan kemiskinan, peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi, hingga optimalisasi pelayanan publik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....