Perlindungan Hulu Tapteng Diperkuat, Tito: Sabodam Perlu Ditambah
- 10 Sep 2026 21:08 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian pada Kamis, 10 September 2026 meninjau progres pemulihan di kawasan hulu Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Tito yang didampingi Bupati Masinton Pasaribu meninjau lokasi pembangunan Sabodam atau tanggul penahan aliran air dan sedimen di kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka.
Selain itu, Tito juga mengunjungi SMP Negeri 1 Tukka terdampak bencana, sekaligus melihat langsung pembangunan ruang kelas program revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (dikdasmen). Tito mengakui, Tapteng menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan bencana di Sumatera Utara.
Dari banyaknya titik lokasi bencana di Tapteng kata Tito, Kecamatan Tukka merupakan kawasan terparah yang membutuhkan sistem khusus untuk menghadapi curah hujan sekaligus aliran sedimen dari kawasan perbukitan. Karena itu, pembangunan Sabodam menjadi bagian penting dari sistem perlindungan kawasan.
“Terparah adalah Tapteng dari awal, pengendapan lumpur, kerusakan pemukiman warga, kantor Desa, sekolah, rumah ibadah, dan persawahan yang rusak, saya melihatnya seperti itu. Saya tidak bermaksud mengecilkan Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Kota Sibolga, tapi dari awal kita berikan perhatian khusus ke Tapanuli Tengah ini,” sebut Tito.
“Sama halnya di Aceh itu ada 7 daerah, dan Sumatera Barat itu ada 3 daerah dari 53 daerah terdampak bencana Sumatera tahun lalu. Tahun depan dianggarkan untuk membangun Sabo Dam diatasnya lagi atau dibangun lagi dua, jadi totalnya empat, sehingga wilayah Kecamatan Tukka ini aman,” lanjutnya.
Kemudian, Tito juga menyampaikan seluruh program pemulihan Tapteng perlu dilakukan secara paralel. Penguatan infrastruktur di hulu, normalisasi sungai, serta pemulihan berbagai fasilitas terdampak menjadi satu rangkaian penanganan untuk mengurangi risiko, sekaligus mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat.
Dengan percepatan penanganan tersebut, Tito berharap Tapteng tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga memiliki sistem perlindungan yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman banjir dan sedimentasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....