Pemkab Tapsel Dukung Pemulihan Arsip ASN Pascabencana

  • 09 Sep 2026 16:21 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Padangsidimpuan - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mendukung percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi arsip Aparatur Sipil Negara terdampak bencana di wilayah Sumatera. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan hak-hak kepegawaian ASN tetap terlindungi meskipun dokumen fisik mengalami kerusakan atau kehilangan akibat bencana.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu melalui Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga saat menghadiri Pembinaan dan Pendampingan Arsip ASN Pascabencana di Aula Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Rabu, 9 September 2026.

Kegiatan tersebut digelar Badan Kepegawaian Negara melalui Direktorat Arsip Kepegawaian ASN untuk memberikan pendampingan kepada ASN yang dokumen kepegawaiannya terdampak bencana. Kegiatan sekaligus menjadi sarana penyampaian informasi terkait pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi arsip ASN terdampak bencana.

Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga mengatakan bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga dapat menghilangkan dokumen penting masyarakat, termasuk arsip kepegawaian ASN.

“Dokumen seperti surat keputusan pengangkatan dan dokumen kepegawaian lainnya merupakan bagian penting dari administrasi ASN. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.

Ia meminta perangkat daerah yang menangani urusan kepegawaian melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap arsip ASN yang hilang, rusak, maupun masih dapat diselamatkan. Selanjutnya, dokumen tersebut perlu diverifikasi dan ditelusuri melalui database kepegawaian yang masih tersedia.

Menurutnya, pemulihan arsip harus dilakukan dengan pelayanan yang mudah dan tidak menambah beban ASN yang terdampak bencana. Pemerintah diharapkan memberikan pendampingan secara cepat, transparan dan manusiawi selama proses pemulihan dokumen kepegawaian.

“ASN yang sedang menghadapi musibah membutuhkan kehadiran pemerintah, bukan tambahan masalah. Pelayanan harus cepat, mudah, transparan dan manusiawi,” ujarnya.

Selain pemulihan arsip fisik, Jafar menekankan pentingnya mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan arsip ASN. Digitalisasi dinilai dapat mengurangi risiko kehilangan dokumen serta mempermudah proses pemulihan apabila bencana kembali terjadi.

“Jangan sampai dokumen penting hanya disimpan dalam bentuk fisik. Ketika terjadi bencana, kita akan kesulitan melakukan pemulihan. Karena itu, digitalisasi arsip kepegawaian harus terus diperkuat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sistem Informasi dan Digitalisasi BKN Wahyu Firdaus menyampaikan bahwa penguatan sistem informasi dan digitalisasi arsip menjadi bagian penting dalam meningkatkan pelayanan kepegawaian. Data digital yang tersimpan dalam sistem dapat membantu memastikan dokumen ASN tetap tersedia dan dapat diakses untuk berbagai kebutuhan administrasi.

Ia menjelaskan BKN terus mendorong pemanfaatan sistem digital dan otomasi layanan agar proses administrasi kepegawaian tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dokumen fisik.

“Setiap dokumen kita sekarang harus tersimpan dalam sistem. Ke depan kita membutuhkan otomasi agar pelayanan menjadi lebih cepat dan tidak lagi disibukkan dengan pencarian dokumen fisik,” jelasnya.

Wahyu juga mengingatkan pentingnya memastikan data ASN selalu diperbarui dan akurat. Dengan sistem digital yang terintegrasi, data kepegawaian dapat menjadi sumber informasi sekaligus bukti administrasi untuk mendukung berbagai kebutuhan ASN, termasuk kenaikan pangkat dan pensiun.

Dalam kegiatan tersebut, BKN memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah daerah serta ASN mengenai penanganan arsip yang hilang maupun rusak akibat bencana. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai langkah penguatan manajemen arsip ASN berbasis digital.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, Kepala BKD Kabupaten Tapanuli Selatan, pejabat dan ASN BKD Pemkab Tapsel serta Pemko Padangsidimpuan dan peserta lainnya.

Pemkab Tapsel berharap pemulihan arsip ASN terdampak bencana dapat berlangsung cepat dan tepat. Kegiatan ini sekaligus diharapkan menjadi momentum memperkuat tata kelola administrasi kepegawaian melalui transformasi digital.

“Semoga musibah ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk memperkuat solidaritas, tata kelola pemerintahan dan mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan arsip kepegawaian,” pungkas Jafar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....