Bupati Tapsel Turun ke Desa, Serap Aspirasi Warga dan Dorong Pengembangan Kopi
- 06 Sep 2026 15:57 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu turun langsung menyambangi sejumlah desa di Kecamatan Sipirok, Sabtu, 5 September 2026. Kunjungan dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi berjalan sesuai kebutuhan.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Irawan didampingi Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, anggota DPRD Tapsel, serta sejumlah pimpinan OPD. Rombongan mengunjungi Desa Dolok Sordang, Dolok Sordang Julu Dusun Janji Lobi, Pahae Aek Sagala Dusun Sigiring-giring Lombang, dan Desa Pangaribuan.
Masyarakat di setiap desa mendapat kesempatan menyampaikan persoalan yang dihadapi, terutama terkait jalan, irigasi, pertanian, serta pengembangan komoditas perkebunan. Di Desa Dolok Sordang, kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah.
Gus Irawan mengatakan pemerintah akan menangani kebutuhan infrastruktur secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. “Secara bertahap, karena kemampuan keuangan kita juga sangat terbatas,” ujar Gus Irawan.
Menurutnya, keterbatasan tersebut juga dipengaruhi besarnya kebutuhan pemulihan pascabencana yang melanda Tapanuli Selatan pada 25 November 2025. Kebutuhan penanganan dampak bencana untuk mengembalikan kondisi daerah seperti sebelum bencana mencapai lebih dari Rp2,7 triliun.
Gus Irawan menjelaskan beban pemulihan tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Pemerintah daerah tetap berupaya memperbaiki konektivitas antardesa secara bertahap untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Selain jalan, kondisi irigasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas pertanian masyarakat. Warga menyampaikan sumber air masih tersedia, namun sejumlah saluran mengalami kerusakan sehingga distribusinya belum maksimal saat musim kemarau.
Bupati meminta OPD terkait segera meninjau kondisi saluran irigasi tersebut dan mengkaji langkah optimalisasi yang dapat dilakukan. Menurutnya, ketersediaan irigasi merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas lahan masyarakat.
Di sektor pertanian, Gus Irawan mendorong penerapan pola tanam yang lebih produktif melalui integrasi tanaman kopi dan jagung. Pola tersebut dinilai dapat memberikan pendapatan lebih cepat kepada petani sambil menunggu tanaman kopi memasuki masa produktif.
“Kalau ada tanaman jagung, sekitar empat bulan sudah ada hasilnya, sehingga lahan bisa lebih produktif,” ujarnya. Ia meminta Dinas Pertanian bersama kelompok tani mengkaji penerapan pola tumpang sari tersebut di sejumlah lokasi.
Kunjungan juga dimanfaatkan untuk meninjau program pengembangan kopi di Desa Dolok Sordang Julu, Dusun Janji Lobi. Kelompok tani setempat mendapat dukungan bibit kopi Arabika untuk lahan sekitar 15 hektare dengan jumlah mencapai 15 ribu batang.
Kepala Dinas Pertanian Tapsel menjelaskan bibit kopi tersebut diperuntukkan bagi lahan yang memenuhi persyaratan teknis, termasuk berada pada ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Petani juga memperoleh dukungan biaya Hari Orang Kerja untuk membantu persiapan lahan dan proses penanaman.
Gus Irawan meminta seluruh bantuan tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukan dan diikuti dengan pemeliharaan tanaman secara serius. “Tidak hanya dibantu bibit, tetapi juga ada dukungan biaya kerja. Tujuannya supaya tanaman ini lebih terjamin keberhasilannya,” kata Gus Irawan.
Sementara di Desa Pahae Aek Sagala, Dusun Sigiring-giring Lombang, pemerintah kembali menyerahkan dukungan bibit kopi kepada masyarakat melalui kelompok tani. Gus Irawan menekankan pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada tahap penanaman, tetapi harus dilanjutkan dengan peningkatan kualitas hingga pengolahan hasil.
Menurutnya, kopi Sipirok memiliki peluang menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. “Kita ingin para petani kopi mendapatkan nilai tambah yang lebih baik dan lebih tinggi,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan petani agar disiplin menjalankan seluruh tahapan budidaya, mulai dari penanaman hingga perawatan tanaman. “Harus betul-betul disiplin dalam melakukan semua tahapan, termasuk perawatan dan seterusnya,” pesan Gus Irawan.
Ia menegaskan keberhasilan berbagai program pemerintah harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Jika pengembangan kopi dan pola pertanian tersebut berhasil, pemerintah daerah akan memiliki dasar untuk memperluas program serupa ke desa lainnya.
“Kalau ini berhasil, pemerintah tentu akan semakin bersemangat untuk mengembangkan program-program serupa. Intinya adalah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Irawan juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran memasuki musim kemarau. Masyarakat diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghindarkan kebakaran,” katanya. Pemerintah bersama aparat, lanjutnya, akan berupaya membantu masyarakat apabila terjadi musibah, namun langkah pencegahan tetap menjadi prioritas.
Gus Irawan mengatakan kunjungan langsung ke desa-desa menjadi kesempatan bagi pemerintah melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan program berjalan sesuai kebutuhan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi harus memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
“Ujung dari pembangunan adalah kesejahteraan. Karena itu, program-program yang kita jalankan harus benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kunjungan tersebut, Pemkab Tapsel berharap sinergi pemerintah, DPRD, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....