UKM Lokal Didorong Tingkatkan Kemasan dan Cita Rasa
- 24 Agt 2026 15:26 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan - Beragam produk makanan ringan asal luar daerah masih mendominasi sejumlah outlet penjualan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Kondisi ini menunjukkan bahwa Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal masih menghadapi tantangan besar untuk bersaing, meskipun kualitas dan cita rasanya dinilai sanggup bersaing.
Dewi Siregar, pemilik Rumah Makan Sarayepo di Parsariran, Kecamatan Batangtoru, Tapsel, mengungkapkan bahwa jajanan pasar dari Sumatera Barat dan Riau telah lama mengisi etalase tokonya. Produk-produk luar daerah tersebut bahkan sudah menjadi pasokan rutin sejak 2017.
“Kalau produk dari Sumatera Barat dan Riau sudah masuk sejak lama. Sementara UKM lokal baru mulai menitipkan produknya sekitar lima tahun terakhir,” ujar, Minggu 23 Agustus 2026.
Dewi menjelaskan, berbagai jenis makanan ringan yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari untir-untir, kerupuk tempe, kacang tepung, lapo-lapo, kuping gajah, rakik kacang, sarang burung, dodol, dodol garit, kue kacang, kerupuk ubi, hingga sarang balam.
Sistem pemasaran yang diterapkan juga terbilang fleksibel. Produk makanan ringan dipasok ke outlet dengan sistem pembayaran berkala, yakni sekali dalam sepekan setelah barang laku terbuat.
Menurut Dewi, produk UKM lokal sebenarnya memiliki potensi besar untuk menguasai pasar setempat karena kualitas rasanya yang tidak kalah kompetitif. Namun, ada sejumlah aspek krusial yang harus segera dibenahi oleh para perajin lokal.
“Yang menjadi tantangan utama itu ada pada cita rasa, kemasan, dan harga. Tiga hal ini harus menjadi perhatian serius para pelaku UKM lokal,” tegasnya.
Ia menambahkan, kemasan yang menarik serta standar rasa yang konsisten merupakan kunci utama memikat konsumen. Selain itu, penetapan harga harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat tanpa mengurangi kualitas bahan baku.
Dewi berharap semakin banyak pelaku usaha di Tapsel yang berani memperluas jangkauan pemasaran dan menaruh produknya di berbagai ritel atau outlet. Dengan pembenahan pada kemasan, strategi harga, dan kualitas rasa, jajanan lokal diyakini mampu merebut pangsa pasar yang selama ini dikuasai produk luar daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....