Bupati Tapsel Gagas Gerakan Budidaya Ayam Petelur Seribu Kandang

  • 20 Agt 2026 10:49 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapsel – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mendorong pengembangan peternakan ayam petelur daerah melalui Gerakan Budidaya Ayam Petelur Seribu Kandang. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi peternak lokal.

Gagasan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menerima audiensi Komunitas Peternak Ayam Petelur Sipirok–Angkola Timur di Ruang Rapat Bupati Tapsel, Sipirok, Rabu, 19 Agustus 2026.

Audiensi dihadiri Ketua Komunitas Muhammad Karin Siagian, Sekretaris Andi Stefanus Harahap, Bendahara Roni Tua Pasaribu, serta jajaran pengurus. Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara, Kepala Dinas Perdagangan, dan pejabat instansi terkait.

Dalam pemaparannya, Muhammad Karin mengungkapkan bahwa komunitas yang berdiri sejak 10 Juni 2026 ini menaungi 25 peternak lokal dengan populasi sekitar 25 ribu hingga 32 ribu ekor ayam dan produksi harian mencapai 4.000 butir telur. Namun, peternak masih menghadapi persoalan serbuan telur dari luar daerah, harga pakan, keterbatasan akses pasar, hingga pengelolaan limbah.

"Kami berharap dukungan Pemkab Tapsel, terutama untuk pengembangan populasi, pemasaran, pendampingan teknis, serta akses pembiayaan," ujar perwakilan komunitas.

Menanggapi keluhan tersebut, Gus Irawan menyambut positif keberadaan komunitas dan menekankan perlunya langkah konkret yang tidak sekadar menjadi slogan semata.

“Ini bagus. Kita buat Gerakan Budidaya Ayam Petelur Seribu Kandang. Ini bisa menjadi kolaborasi Pemkab Tapsel dengan komunitas peternak,” kata Gus Irawan.

Ia langsung menginstruksikan Dinas Pertanian untuk menyusun roadmap (peta jalan) pengembangan ayam petelur yang mencakup target peningkatan populasi, efisiensi biaya produksi, dan kesehatan hewan.

Bupati juga menyoroti produktivitas ayam petelur Tapsel yang saat ini masih di kisaran 80 persen agar dapat ditingkatkan melalui perbaikan manajemen kandang, teknologi, hingga bantuan dokter hewan atau tenaga ahli dari luar daerah jika diperlukan.

Dari sisi pemasaran, Gus Irawan meminta Dinas Perdagangan menjamin penyerapan produk lokal. Telur peternak Tapsel didorong masuk dalam rantai pasok program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), selama memenuhi standar kualitas.

Para peternak juga akan didampingi oleh Dinas Perdagangan dan UKPBJ agar paham tata cara pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik.

“Sering kali masyarakat sudah mampu memproduksi, tetapi gagal karena tidak mampu menembus pasar. Maka pasarnya harus dijamin. Peternak juga harus paham mekanismenya agar tidak terkendala administrasi,” tegasnya.

Terkait pembiayaan, Pemkab Tapsel berencana menjajaki kerja sama dengan Bank Sumut untuk menyediakan skema kredit berbunga rendah guna membantu penambahan populasi dan pembangunan kandang.

Gus Irawan menilai sektor peternakan ayam petelur harus terhubung dengan program Gerakan Sepuluh Ribu Hektare Jagung yang tengah dikembangkan Pemkab Tapsel. Hasil panen jagung petani lokal dapat dipasok langsung sebagai bahan pakan ayam.

“Makanya saya selalu bicara ekosistem. Teman-teman petani jagung nanti bisa contract farming dengan kawan-kawan peternak ayam,” tutur Gus Irawan. Selain itu, limbah kotoran ayam juga akan dikaji agar dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi.

Bupati mengimbau komunitas untuk memperkuat pendataan anggota sebagai dasar intervensi kebijakan pemerintah ke depan. Komunitas Peternak Ayam Petelur Sipirok–Angkola Timur pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh Gerakan Seribu Kandang demi mewujudkan ekosistem ekonomi daerah yang mandiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....