Bupati Tapsel Harapkan PLTA Batang Toru Beri Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

  • 14 Agt 2026 17:03 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sipirok – Proses penggenangan Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 MW memasuki tahapan penting.

PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) menggelar tradisi manyantan di area perkantoran PLTA Simarboru, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis, 13 Agustus 2026 petang.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu bersama Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, unsur Forkopimda Tapsel, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Tapsel, Dandim 0212/TS, Kapolres Tapsel yang diwakili Kabag Ops, serta jajaran PT NSHE selaku pengembang PLTA Batang Toru.

Dalam kegiatan itu, PT NSHE juga memberikan santunan dan tali asih kepada puluhan anak yatim yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu mengatakan, tradisi manyantan merupakan bagian dari adat dan kearifan lokal masyarakat Tapanuli Selatan yang dikenal dengan filosofi Dalihan Natolu.

Tradisi tersebut dimaknai sebagai doa untuk memohon ridha dan perlindungan Allah SWT sebelum dimulainya tahapan penting dalam sebuah kegiatan.

“Sebagaimana adat istiadat kita di Tapanuli Selatan ‘Bumi Dalihan Natolu’, di setiap even besar memang diadakan oleh para orang-orang terdahulu kita yang maknanya sebetulnya doa memohon ridho dan izin dari Allah SWT, agar kegiatan-kegiatan lanjutan setelah ini berjalan dengan baik,” kata Gus Irawan.

Ia menjelaskan, manyantan pamborgo-borgoi dilakukan sebagai bentuk doa dan penghormatan terhadap kearifan lokal, terutama karena kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan awal penggenangan bendungan PLTA Batang Toru.

Menurut Gus Irawan, keberadaan PLTA Batang Toru juga menjadi bagian dari upaya mendukung program energi bersih Indonesia. Hal itu sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menjaga emisi dan mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Nah PLTA ini akan berkontribusi bagi pencapaian target kita di Indonesia untuk program energi. Harapannya, di samping berkontribusi tidak hanya untuk Tapsel, tapi untuk Indonesia, untuk Sumatera Utara,” katanya.

Gus Irawan berharap keberadaan PLTA Batang Toru nantinya turut memberikan manfaat nyata bagi daerah, baik melalui potensi penerimaan daerah maupun dampak ekonomi yang muncul dari aktivitas proyek tersebut.

“Harapannya keberadaan PLTA ini kemudian bisa berjalan dengan baik. Ketika kegiatan konstruksi berjalan pun telah menyiapkan lapangan pekerjaan yang cukup banyak. Dan ketika PLTA ini telah beroperasi secara penuh, kita harapkan NSHE mendapatkan hasil dari listrik yang dihasilkan. Kemudian juga ada peluang CSR untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat kita,” tutur Gus Irawan.

Ia juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan masyarakat menjelang proses penggenangan bendungan. Menurutnya, pihak perusahaan telah memberikan peringatan kepada masyarakat di sejumlah lokasi agar tidak mendekati area yang berpotensi terdampak genangan, baik di bagian hulu maupun hilir.

Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Sipirok di bagian hulu serta Batang Toru, Muara Batang Toru dan Angkola Sangkunur di bagian hilir.

“Kita tidak berharap terjadi. Tapi bila ada hal yang tidak diinginkan terjadi, sudah ada sistem peringatan dini untuk kita melakukan antisipasi. Sekali lagi kita tidak berharap itu terjadi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Urusan Luar (External Affairs) PT NSHE, Fauzi Leilan mengatakan, tradisi manyantan digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Tapanuli Selatan.

“Ini sengaja kita gelar bersama tokoh adat, tokoh masyarakat dan Forkopimda Kabupaten Tapanuli Selatan, untuk memohon keselamatan dengan memanjatkan doa agar diberi perlindungan selama proses penggenangan,” ucap Fauzi.

Ia menjelaskan, bendungan PLTA Batang Toru memiliki kapasitas tampungan sekitar 17 juta meter kubik dan tergolong bendungan dengan kubikasi relatif kecil.

“Bila dibandingkan dengan pembangkit-pembangkit listrik mata air lainnya di seluruh Indonesia, maka ini termasuk bendungan kecil sehingga risikonya juga relatif kecil terhadap masyarakat,” jelasnya.

Fauzi menegaskan, PT NSHE tetap menempatkan aspek keselamatan dan pelestarian lingkungan sebagai perhatian utama dalam setiap tahapan pembangunan dan pengoperasian PLTA Batang Toru.

“Insyaallah, seperti yang telah disampaikan oleh Pak Bupati Pak Gus Irawan, seluruh sistem peringatan dini telah kita siapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan target pemerintah dan rencana proyek, PLTA Batang Toru ditargetkan dapat beroperasi penuh pada akhir 2026.

“Kami berencana melakukan operasi penuh di akhir tahun 2026 ini. Untuk itu kami mohon doanya dari masyarakat Tapsel khususnya, dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, agar kami dapat menyelesaikan target ini secara tepat waktu agar bisa berkontribusi kepada masyarakat dan pemerintah,” tandas Fauzi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....