Tim Evaluasi PKK Provsu Evaluasi Tiga Kategori di Tapanuli Selatan
- 13 Agt 2026 18:26 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapsel – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan evaluasi terhadap dua desa dan satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, Kamis, 13 Agustus 2026.
Evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara Nomor 71/Skr/PKK Prov/VII/2026 tanggal 28 Juli 2026 tentang Evaluasi PKK Tahun 2026. Di Tapanuli Selatan, evaluasi dilaksanakan pada tiga kategori di lokasi berbeda.
Kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK dipusatkan di Desa Sugi, Kecamatan Marancar, dan dihadiri langsung Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu bersama Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan. Selanjutnya, evaluasi kategori lainnya dilaksanakan di Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, yang dihadiri Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga bersama Staf Ahli PKK Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga. Sementara kategori IVA Test dilaksanakan di Kecamatan Muara Batang Toru dan dihadiri Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar bersama Ketua Bidang II TP PKK Tapsel Ny. Ira Sofyan Adil Siregar.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa/lurah, kader TP PKK, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tim evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara.
Ketua Tim Evaluasi Desa Binaan UP2K PKK Provinsi Sumatera Utara, Rika Astri Sari Siregar saat membacakan sambutan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara Ny. Kahiyang Ayu Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa evaluasi merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang sebelumnya telah melalui tahapan penilaian administrasi, verifikasi dokumen dan monitoring lapangan.
Menurutnya, evaluasi tidak semata-mata bertujuan menentukan desa atau kecamatan terbaik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat pembinaan, mendorong inovasi dan meningkatkan peran PKK dalam memberdayakan keluarga serta masyarakat.
“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk menentukan yang terbaik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat pembinaan, mendorong inovasi serta meningkatkan peran PKK dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap desa dan kecamatan yang mengikuti evaluasi dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan. Pembinaan juga diharapkan terus dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan agar berbagai capaian yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara ke Desa Sugi. Ia menilai kegiatan evaluasi tersebut penting sebagai pemicu semangat desa untuk terus meningkatkan pemberdayaan dan ekonomi keluarga.
Bupati berharap Desa Sugi dapat menjadi role model bagi desa-desa lainnya dalam mengembangkan potensi lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Sesungguhnya visi Tapanuli Selatan, kata kuncinya adalah sejahtera. Karena itu, saya berharap Desa Sugi menjadi role model bagi desa lain bagaimana masyarakat bersungguh-sungguh meningkatkan ekonomi keluarga yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Gus Irawan.
Ia menjelaskan, Pemkab Tapsel saat ini terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan peternakan yang terintegrasi. Salah satunya dengan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang masih menganggur untuk ditanami komoditas produktif seperti jagung.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah juga telah menyiapkan akses pembiayaan melalui Bank Sumut dengan skema bunga 0 persen pada tahun pertama. Selanjutnya, bunga pembiayaan tersebut akan meningkat secara bertahap namun tetap pada tingkat yang rendah.
Bupati menegaskan, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan modal, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
“Dari A sampai Z kita kawal. Model produksinya disiapkan, masyarakat diberdayakan, bahkan pasarnya juga harus kita siapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi kinerja TP PKK Tapanuli Selatan bersama OPD terkait yang telah melakukan pembinaan secara serius terhadap desa binaan. Menurutnya, keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari perolehan juara, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Ini betul tidak mengejar sekadar juara. Saya selalu mengatakan tidak sekadar untuk juara. Lebih jauh manfaatnya nanti. Kita tidak hanya mengukur output, tetapi harus mengukur outcome, yaitu manfaat dari setiap kegiatan yang kita lakukan untuk masyarakat,” tegasnya.
Ketua TP PKK Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa Desa Sugi dapat mengikuti tahap evaluasi setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan secara bertahap oleh TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, TP PKK Desa serta OPD terkait.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK, pemerintah desa dan masyarakat Desa Sugi yang telah bekerja keras mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
Menurutnya, UP2K PKK bukan sekadar kegiatan untuk menghadapi perlombaan atau evaluasi, melainkan bagian dari upaya PKK membuka ruang bagi keluarga agar lebih produktif dan mandiri.
“Dari keterampilan seorang ibu, kita tumbuhkan usaha. Dari potensi desa, kita ciptakan produk. Dari produk kita bangun nilai ekonomi, dan dari usaha yang berkembang kita harapkan lahir keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Murni.
Ia mencontohkan sejumlah produk lokal Desa Sugi, termasuk kopi dan berbagai olahan yang dihasilkan kelompok UP2K PKK. Produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Murni berharap pembinaan dan semangat UP2K PKK di Desa Sugi tidak berhenti setelah evaluasi selesai. Sebaliknya, evaluasi diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat usaha masyarakat agar berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga.
Adapun evaluasi PKK Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dilaksanakan terhadap desa/kelurahan yang telah ditetapkan sebagai nominasi hasil monitoring pada sejumlah kategori, antara lain Tertib Administrasi PKK, UP2K PKK, Aku Hatinya PKK dan IVA Test.
Evaluasi bertujuan menentukan pelaksana terbaik sekaligus mengukur keberhasilan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, menilai inovasi, kreativitas dan keberlanjutan program, kemampuan kader dalam memaparkan kegiatan serta optimalisasi pemanfaatan aplikasi SIPANDA sebagai sistem pelaporan dan pengelolaan data PKK.
Melalui evaluasi tersebut, TP PKK Provinsi Sumatera Utara berharap gerakan PKK semakin mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....