Gerakan untuk Rakyat Desak Evaluasi Menyeluruh Pertamina Sumbagut
- 17 Jul 2026 12:17 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Gerakan untuk Rakyat mendesak pemerintah, BPH Migas, dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyusul kelangkaan Pertalite dan solar yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumatera Utara.
Desakan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk "Kelangkaan BBM di Sumut: PT Pertamina Menambah Kegagalan Kepemimpinan Prabowo?" yang digelar di 38 Coffee House Medan, Kamis 16 Juli 2026. Diskusi menghadirkan Pegiat Kebijakan Energi Sholihin Ikhwan, Pegiat Sosio-Energi Raden Haitami Abduh, dan Antropolog Haris Martondi Hasibuan.
Pegiat Kebijakan Energi Sholihin Ikhwan mengatakan evaluasi tidak cukup berhenti pada pernyataan bahwa stok BBM aman.
"Yang harus diperiksa adalah kesiapan armada cadangan, awak pengganti, kontrak transportasi, jalur suplai alternatif, stok minimum SPBU, dan kecepatan perusahaan memberikan informasi kepada masyarakat," kata Sholihin.
Ia menilai kelangkaan BBM yang terjadi menunjukkan persoalan pada rantai distribusi karena masyarakat tetap kesulitan memperoleh BBM meski Pertamina menyatakan stok dalam kondisi aman. Dirinya juga meminta hasil evaluasi dibuka kepada publik, termasuk jumlah SPBU yang terdampak, volume penyaluran yang tertunda, kapasitas distribusi yang hilang, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Menurut nya, gangguan distribusi di Regional Sumbagut dalam beberapa kesempatan dengan penyebab yang berbeda menjadi alasan perlunya evaluasi terhadap sistem manajemen risiko, kesiapan armada cadangan, serta tata kelola distribusi BBM.
Ditegaskannya, rangkaian gangguan tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya kelalaian individu maupun pelanggaran hukum oleh pejabat tertentu. Penilaian mengenai tanggung jawab harus didasarkan pada hasil evaluasi dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan stok BBM berada dalam kondisi aman dan gangguan terjadi pada proses distribusi menuju SPBU. Perusahaan mengaku telah menambah 15 unit mobil tangki dan 30 awak mobil tangki untuk mempercepat penyaluran, sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta persoalan distribusi segera dituntaskan.
Terkait hal itu, Sholihin menilai evaluasi menyeluruh menjadi langkah penting agar gangguan distribusi tidak kembali terjadi dan pelayanan energi kepada masyarakat dapat berjalan lebih andal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....