Kondisi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru SMPN Pandan, Senin, 13 Juli 2026. [Foto: Nur Ekvan]
RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Kepala SMP Negeri 2 Pandan Nauli, Nur Ekvan, mengaku kecewa terhadap pihak pemborong yang hingga kini belum menyelesaikan proyek revitalisasi sekolah yang dipimpinnya. Keterlambatan pekerjaan tersebut mengakibatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru tidak dapat berlangsung secara maksimal, Senin, 13 Juli 2026.
Nur Ekvan mengatakan sedikitnya 7 ruang kelas masih belum bisa digunakan karena pekerjaan renovasi belum rampung. Kondisi itu memaksa pihak sekolah mengatur ulang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, termasuk rangkaian MPLS bagi peserta didik baru.
Menurutnya, proyek revitalisasi yang telah berlangsung lebih dari 6 bulan menyisakan banyak pekerjaan. Sejumlah ruang kelas belum dicat, lantai keramik belum terpasang sempurna, serta sisa material bangunan masih berserakan di lingkungan sekolah.
"Kami sangat kecewa karena sampai MPLS dimulai pekerjaan ini belum juga selesai. Anak-anak seharusnya bisa mengikuti kegiatan pengenalan sekolah dengan nyaman, tetapi kenyataannya masih harus berada di tengah proyek yang belum rampung," ujar Nur Ekvan.
Ia juga menyoroti kualitas pekerjaan yang dinilai belum sesuai harapan. Beberapa keramik dipasang dengan jenis yang berbeda karena alasan kehabisan material, sementara proses pengecatan disebut hanya dikerjakan oleh satu orang pekerja.
"Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kami berharap pemborong bertanggung jawab dan segera menuntaskan seluruh pekerjaan agar siswa dapat belajar di ruang kelas yang layak dan aman," katanya.
Nur Ekvan memohon perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pihak Kodam agar memberikan perhatian serius terhadap keterlambatan tersebut. Ia berharap pemborong segera menyelesaikan revitalisasi sehingga proses pembelajaran dan seluruh aktivitas sekolah dapat kembali berjalan normal.
"Ini, Pak, ruangan kami, Pak, yang belum dicat, masih hancur kondisinya, Pak. Mohon perhatiannya, Pak Kasad, untuk memerintahkan kepada Kodam, kepada pemborong, sehingga anak-anak kami, Pak, segera belajar, Pak," ujarnya lagi.