Kebakaran Pasar, Syukri: Siapkan Stimulan untuk Relokasi Pedagang
- 13 Jul 2026 06:04 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Untuk kesekian kalinya, bangunan Pasar Sibolga Nauli ludes terbakar. Kali ini, diperkirakan sekitar 80 hingga 90 persen, kios pedagang yang ada di gedung pasar ini habis dilalap sijago merah pada insiden Sabtu malam, 11 Juli 2026.
Isak tangis dan jeritan para pedagang tidak terbendung saat menyaksikan kios dan barang dagangannya terbakar. Peristiwa ini mengingatkan kembali pada insiden 11 tahun lalu, tepatnya pada Maret 2015 yang menghanguskan ratusan kios pasar.
Seperti yang dialami Rani, pedagang peralatan sekolah di Pasar Sibolga Nauli mengaku kerugian materi akibat peristiwa itu mencapai ratusan juta rupiah. Disebutkan Rani, ada dua kios disewanya, dan seluruh barang dagangannya ludes terbakar.
Rani hanya mampu pasrah menghadapi musibah tersebut dan berharap diberikan kekuatan untuk kembali bangkit. Rani juga berharap Pemerintah Kota Sibolga segera menyediakan tempat relokasi sementara, agar para pedagang dapat kembali berjualan.
“Semalam kami masih di sini, makanya sempat tidak percaya ada kebakaran, dan semua barang habis terbakar. Kalau tidak jualan, kami mau makan apa, dan kami berharap ada lapak sementara untuk berjualan,” ungkap Rani.
Belum diketahui pasti motif kebakaran gedung pasar tersebut, namun Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik memastikan masih dalam proses penyelidikan Polisi. Syukri juga mengakui Pemkot Sibolga turut melakukan pendataan dengan membuka posko pengaduan.
Selain itu kata Syukri, seluruh pedagang yang menjadi korban insiden kebarakaran secepatnya direlokasi ke tiga titik rencana yaitu pelataran gedung pasar, kawasan terminal, dan jalan Patuan Anggi dengan meminta Polisi untuk melakukan rekayasa lalu lintas.
“Kami berkantor di Dinas Perhubungan dekat gedung pasar yang terbakar, untuk memastikan proses pendataan dan rencana relokasi pedagang. Dana stimulan bersumber dari APBD Sibolga yang akan disiapkan untuk proses relokasi nantinya,” katanya.
“Soal pendataan, kita telah siapkan posko pengaduan, dan kemudian kita akan klasifikasikan pendataan mulai pedagang sayur mayur hingga pedagang pakaian. Pokoknya, kita akan pastikan para pedagang tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Sukry.
Informasi yang dihimpun RRI di lokasi kejadian dan Pemkot Sibolga menyebutkan gedung pasar Sibolga Nauli diisi sebanyak 400 kios, dan kurang lebih 900 lapak pelataran. Dikesempatan itu, Wali Kota Syukri juga berharap, tidak ada spekulasi yang muncul selama proses penyelidikan maupun pendataan, sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi pedagang yang terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....