Truk Tangki Bermuatan CPO Terjun ke Jurang, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis
- 02 Jul 2026 22:03 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Madina – Sebuah truk tangki bermuatan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dilaporkan terjun ke dalam jurang sedalam 200 meter di jalan lintas Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tepatnya di kawasan Sopotinjak, Sumatra Utara. Kecelakaan tunggal ini diduga terjadi akibat kondisi jalan yang licin serta pengemudi yang kehilangan kendali atas kendaraannya. Akibat insiden tersebut, kondisi truk hancur total.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk tangki tersebut diketahui datang dari arah Kabupaten Mandailing Natal hendak menuju Kota Pekanbaru, Riau. Namun, saat memasuki kawasan Sopotinjak yang memiliki karakteristik jalan sempit dan berkelok, truk tergelincir akibat permukaan aspal yang licin. Kendaraan besar itu pun hilang kendali hingga akhirnya terjun bebas ke dasar jurang. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 29 Juni lalu, saat cuaca di wilayah Mandailing Natal dan sekitarnya sedang diguyur hujan deras.
Medan yang sangat terjal dan kedalaman jurang yang mencapai ratusan meter membuat badan truk terpisah menjadi beberapa bagian hingga hancur berantakan. Kondisi ekstrem ini sempat menyulitkan petugas bersama warga sekitar dalam melakukan proses evakuasi.
Bahkan, petugas baru bisa mengevakuasi bagian tangki truk setelah empat hari berlalu sejak kejadian. Proses pengangkatan tangki tersebut didahului dengan upaya pemindahan sisa muatan minyak CPO ke dalam jeriken oleh tim mobil derek guna mengurangi beban.
"Proses evakuasi membutuhkan waktu yang cukup lama karena jurang di kawasan ini sangat terjal dan dalam," ujar Holan Siregar, salah seorang petugas evakuasi di lokasi kejadian, Kamis, 2 Juli 2026.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan maut ini. Sopir beserta kernet truk tangki tersebut dilaporkan selamat, meskipun harus dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka yang diderita. Sementara itu, kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa jalannya proses evakuasi yang memakan waktu lama sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di jalur lintas tersebut. Kendati demikian, pengangkatan tangki utama pada hari keempat berjalan dengan lancar. Hingga saat ini, petugas dan warga masih terus bergotong-royong untuk mengevakuasi sisa-sisa puing truk yang masih tertinggal di dasar jurang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....