BPS Toba Jamin Kerahasiaan Data Sensus Ekonomi Masyarakat

  • 01 Jul 2026 12:34 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Toba, Sabar Alberto Harianja, menegaskan bahwa kegiatan Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali tidak berkaitan dengan pajak. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan data yang benar kepada petugas sensus.

"Tujuan Sensus Ekonomi sangat jelas, yakni untuk mendukung perencanaan pembangunan dengan memetakan kondisi terkini perekonomian di Kabupaten Toba," ujar Sabar saat mendampingi petugas sensus melakukan pendataan di Dusun Simangunsong, Desa Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Selasa 30 Juni 2026.

Ia juga memastikan seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Menurutnya, informasi yang diberikan masyarakat hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan digunakan sebagai dasar penetapan pajak maupun kepentingan lainnya.

Sabar mengakui, hingga memasuki minggu kedua pelaksanaan pendataan, masih ditemukan sejumlah masyarakat yang enggan menerima kedatangan petugas. Bahkan, ada yang menolak memberikan data atau menyampaikan informasi yang sebenarnya.

"Masih ada masyarakat yang menolak didata atau tidak memberikan data sesuai kondisi yang sebenarnya. Kami berharap masyarakat memahami pentingnya sensus ini bagi pembangunan daerah," katanya.

Salah seorang petugas sensus di Kecamatan Balige, Irma Tambunan, mengatakan penolakan dari masyarakat menjadi tantangan tersendiri di lapangan. Menurutnya, tidak sedikit warga yang mempertanyakan manfaat pendataan karena merasa selama ini tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah.

"'Kami terus didata, tapi tidak pernah mendapat bantuan,' itu yang sering disampaikan masyarakat kepada kami," ujar Irma.

Meski demikian, ia dan rekan-rekannya tetap bersemangat menjalankan tugas. "Kami yakin pekerjaan ini sangat mulia karena membantu pemerintah menyediakan data yang akurat untuk merencanakan pembangunan yang lebih baik," tambahnya.

Senada dengan itu, Pengawas Sensus, Wiwi Silaen, mengatakan tantangan petugas tidak hanya berasal dari penolakan masyarakat, tetapi juga kondisi cuaca. Dalam sepekan terakhir, hujan yang hampir setiap hari turun turut menghambat proses pendataan.

"Selain cuaca, kami juga menghadapi masyarakat yang menolak didata karena menganggap pendataan tidak memberikan dampak langsung bagi mereka. Ada juga responden yang memberikan jawaban tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," jelas Wiwi.

Di Kecamatan Balige, pelaksanaan Sensus Ekonomi didukung oleh 42 petugas lapangan yang disebar di 35 desa dan kelurahan. Mereka bertugas melakukan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....