HMI Soroti Air Bersih dan Dirut Eks Koruptor

  • 19 Jun 2026 19:53 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) berunjukrasa ke kantor Bupati Tapteng di Pandan pada Jumat, 19 Juni 2026. Berjam-jam berorasi sampaikan tuntutan, Bupati maupun wakil Bupati tak juga hadir menemui massa HMI.

Koordinator aksi HMI, Irsan Palupi Sihaloho menuding kedua pimpinan daerah di Tapteng sengaja enggan menemui pengunjukrasa, mengingat tuntutan yang akan disampaikan, harus dibahas lewat jalur dialog dan diskusi. Salah satu tuntutan massa HMI yaitu masalah penanganan air bersih hingga saat ini belum tuntas.

Sejak bencana 2025 atau berlalu 6 bulan, proses pemulihan distribusi air bersih di Tapteng tak kunjung selesai. Massa HMI memastikan Pemkab Tapteng dibawah kepemimpinan Masinton Pasaribu, gagal memulihkan kondisi pascabencana, terutama soal air bersih.

Bupati juga diingatkan Palupi, masalah air bersih bukan hal sepele, ini menyangkut kebutuhan vital masyarakat setelah dilanda bencana. Palupi sangat menyayangkan sikap Bupati dan wakil Bupati yang terlalu egois, lebih memilih kegiatan seremonial daripada kepentingan masyarakat.

“Sudah berhari-hari kami belum mandi, pendistribusian air bersih mati total, kalian itu pejabat tentu banyak uang, kami masyarakat kecil ini harus berjuang. Hadirkan Bupati dan wakil Bupati kemari dan temui kami, ini sangat penting untuk dibahas lebih dalam,” kata Palupi.

“Jangan kalian sakiti hati kami masyarakat kecil ini, kami butuh air bersih, ini tak masuk akal kenapa Bupati dan wakil Bupati tidak mau menemui kami. Sampai kapan kalian perlakukan kami seperti ini, jangan sembunyi pak Bupati,” tegasnya.

Selain itu, massa HMI juga mengkritik keputusan Bupati Masinton Pasaribu yang melantik eks narapidana korupsi sebagai Dirut Perumda Mual Nauli. Pelantikan Dirut yang baru itu dinilai tidak tepat menangani masalah air bersih, dan Palupi juga memastikan Bupati Masinton gagal memulihkan kondisi pascabencana serta mewujudkan janji politiknya, birokrasi bebas korupsi.

“Kami minta Bupati Masinton Pasaribu untuk mengevaluasi keputusan melantik Bernando Lumban Gaol sebagai Dirut Perumda Mual Nauli karena cacat hukum dan adminstrasi. Sejak awal seleksi, Bernando Gaol sudah tidak memenuhi syarat dan dipaksakan untuk menang hingga dilantik sebagai Dirut Mual Nauli,” beber Palupi.

Sementara, Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng, Junaedy Marbun mengaku Bupati sedang berada dalam kegiatan terjadwal yaitu menyambut kepulangan jamaah haji dari tanah suci di Bandara Pinangsori. Namun, Junaedy berjanji, segala tuntutan massa HMI akan segera disampaikan secara utuh kepada Bupati Masinton Pasaribu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....