Mengenal Dampak El Nino Terhadap Cuaca dan Aktivitas Masyarakat

  • 10 Jun 2026 09:39 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Cuaca panas yang dirasakan masyarakat dipengaruhi peralihan musim dan berkurangnya tutupan awan. Kondisi tersebut menyebabkan penyinaran matahari lebih maksimal sehingga suhu udara terasa lebih tinggi pada siang hari, beberapa waktu terakhir.

Informasi tersebut disampaikan oleh Liberto Pardosi selaku Kepala Kelompok Teknisi BMKG Pinangsori melalui sambungan telepon kepada Pro 1. Informasi tersebut disampaikan pada Program Acara Kentongan, Selasa 10 Juni 2026.

Kondisi tersebut terkait dampak El Nino, umumnya ditandai berkurangnya curah hujan pada sejumlah wilayah. Kondisi itu menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang dibandingkan keadaan normal.

“Dampak utama El Nino adalah berkurangnya curah hujan pada beberapa daerah Indonesia, utamanya wilayah timur Indonesia,” ujar Liberto. Ia mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat dan berbagai sektor.

Liberto menuturkan sektor pertanian termasuk yang paling terdampak akibat fenomena tersebut. Berkurangnya ketersediaan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen.

Selain pertanian, El Nino juga meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat perlu memperhatikan penggunaan air selama periode kemarau berkepanjangan.

“Pemantauan informasi cuaca penting dilakukan agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi,” katanya. BMKG terus menyampaikan perkembangan cuaca melalui RRI serta kanal resminya untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....