Lindungi Hutan dan Tingkatkan Kesejahteraan Pemkab Taput Jalin Kerjasama
- 10 Jun 2026 08:00 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Taput - Jalin kesepakatan dengan Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (Tahukah) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari - Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan dan perlindungan orang utan beserta ekosistemnya.
Kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin, 8 Juni 2026.
Kesepakatan dengan Yayasan Tahukah tentang Penguatan Daya Dukung Berbasis Kehutanan dan Lingkungan untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) demi Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara. Sedangkan kesepakatan bersama YOSL-OIC menyangkut Kerja Sama Perlindungan Orangutan Tapanuli dan Ekosistemnya secara Berkelanjutan melalui dukungan program konservasi Orangutan Tapanuli dan habitatnya di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.
Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan, penandatanganan ini merupakan bukti konkret dari komitmen Pemkab Taput dalam mengimplementasikan visi daerah yang berorientasi pada aspek keberlanjutan (sustainability).
"Tujuan utama kita semua adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan, konservasi dan kelestarian lingkungan bertindak sebagai batasan (constraint) yang harus dipatuhi," ujar Deni.
"Tujuan utama kita semua adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan, konservasi dan kelestarian lingkungan bertindak sebagai batasan (constraint) yang harus dipatuhi," ujar Deni.
Lingkungan kata Deni, tidak boleh dijadikan penghalang total yang menyebabkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol atau pertanian rakyat terhenti, tetapi pemanfaatannya harus dibatasi agar ekosistem tidak rusak dan tidak memicu bencana kekeringan maupun banjir.
Wakil Bupati menyambut baik kehadiran NGO (Non-Governmental Organization) dan meminta agar paradigma lama yang memposisikan NGO berseberangan dengan pemerintah segera dihilangkan.
Pemkab Taput juga mendorong agar jalinan kemitraan ini melahirkan inovasi baru, salah satunya dengan memanfaatkan wilayah Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang telah dimiliki Taput untuk dikembangkan menjadi pusat penelitian dan daerah konservasi wisata yang ramah akses, mengingat jaraknya yang dekat dengan Bandara Internasional Silangit.
Selain itu Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga meminta pihak yayasan untuk menggalakkan kampanye edukasi satwa endemik Orangutan Tapanuli sejak tingkat sekolah dasar melalui media interaktif, buku, maupun suvenir.
Selain itu Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga meminta pihak yayasan untuk menggalakkan kampanye edukasi satwa endemik Orangutan Tapanuli sejak tingkat sekolah dasar melalui media interaktif, buku, maupun suvenir.
Dijelaskan, Pemkab Taput merencanakan pembangunan ikon atau patung replika besar Orangutan Tapanuli di area strategis sebagai simbol identitas kawasan ekosistem Harangan Tapanuli yang sedang dijaga.
Sebagai wujud implementasi nyata, kesepakatan ini mencakup wilayah kerja spesifik di beberapa kecamatan dan desa, antara lain Kecamatan Simangumban (Desa Lobu Sihim, Desa Dolok Saut, dan Desa Dolok Sanggul); Kecamatan Pahae Julu (Desa Pantis); Kecamatan Sipoholon (Desa Rura Julu Toruan dan Desa Rura Julu Dolok); serta Kecamatan Parmonangan (Desa Pertengahan dan Desa Hutajulu Parbalik).
Sebagai wujud implementasi nyata, kesepakatan ini mencakup wilayah kerja spesifik di beberapa kecamatan dan desa, antara lain Kecamatan Simangumban (Desa Lobu Sihim, Desa Dolok Saut, dan Desa Dolok Sanggul); Kecamatan Pahae Julu (Desa Pantis); Kecamatan Sipoholon (Desa Rura Julu Toruan dan Desa Rura Julu Dolok); serta Kecamatan Parmonangan (Desa Pertengahan dan Desa Hutajulu Parbalik).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....