Krisis Air Tapteng Bikin Kesal Warga

  • 27 Mei 2026 13:58 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID.Sibolga: Enam bulan pasca bencana banjir bandang dan longsor melanda Tapanuli Tengah, masih memprihatinkan. Salah satu persoalan yang hingga kini belum teratasi yakni krisis air bersih yang dikeluhkan warga setiap hari.

Di kawasan Kalangan Kecamatan Pandan, aliran air dari Perumda Mual Nauli disebut belum kembali normal. Akibatnya, banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak karena air tidak mengalir ke rumah mereka

Mahrani, seorang warga

Tapanuli Tengah, mengaku kesal karena masalah krisis air tak kunjung selesai. “Sudah berbulan-bulan air tidak hidup, kami capek menunggu tapi sampai sekarang belum ada perubahan,” ujarnya di Sibolga Menyapa, Pro 1 RRI Sibolga, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Mahrani, kondisi ini semakin menyulitkan karena terpaksa menggunakan air sumur yang kualitasnya kurang baik. Bahkan, ada warga yang harus menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari akibat tidak adanya pasokan air bersih.

“Kalau pakai air sumur badan jadi gatal-gatal. Mau tidak mau kami andalkan air hujan mandi dan mencuci,” ungkapnya.

Selain aktivitas rumah tangga terganggu, warga juga mengeluhkan tagihan air yang tetap dibebankan kepada pelanggan. Padahal, menurut mereka, distribusi air tidak berjalan normal sejak beberapa bulan terakhir.

“Yang bikin kami makin kesal, tagihan bulan Maret 2026 tetap diminta dibayar, padahal setetes air pun tidak masuk ke rumah kami,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....