Slogan “Buang Sampah pada Tempatnya” Dinilai Tak Lagi Cukup

  • 18 Mei 2026 08:22 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Perubahan cara pandang masyarakat dalam mengelola sampah di tengah krisis persampahan yang semakin kompleks dinilai sangat perlu. Penilaian itu disampaikan Damai Mendrofa, ketua bank Sampah Yamantab kepada rri, Senin 18 Mei 2026.

“Slogan lama “Buang Sampah pada Tempatnya” tidak efektif jika tidak disertai pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dan perkantoran,” ujarnya.

Menurut Damai, selama ini masyarakat hanya diajarkan membuang sampah ke tempat sampah dengan harapan seluruh limbah akan selesai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal, tanpa pemilahan dari sumbernya kata Damai, TPA justru dipenuhi tumpukan sampah campuran yang sulit diolah.

Ia menjelaskan kondisi tersebut diperparah oleh praktik open dumping atau penumpukan sampah terbuka di TPA yang dapat mencemari tanah, air, dan udara. “Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit,” katanya.

Damai juga menyampaikan pemilahan sampah sejak awal menjadi langkah penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Selain berdampak positif bagi lingkungan, ia menyebut perubahan pola pikir dalam pengelolaan sampah juga dapat memberikan manfaat ekonomi. Industri daur ulang dinilai mampu berkembang, membuka lapangan kerja baru, serta mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan sampah konvensional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....