Slogan Buang Sampah pada Tempatnya Tak Relevan Lagi
- 15 Mei 2026 06:41 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Krisis persampahan kian kompleks di tanah air memunculkan kritik terhadap slogan lama ‘Buang Sampah pada Tempatnya’. Pegiat lingkungan dari Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa menilai slogan yang dulunya dianggap solusi praktis kini tak lagi relevan, dan bahkan jadi akar masalah terutama di kawasan permukiman.
“Selama bertahun-tahun, masyarakat diajarkan untuk membuang sampah ke tempat sampah dengan harapan semua akan selesai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, tanpa pemilahan dari sumbernya, TPA justru menjadi tempat penumpukan limbah campur aduk yang sulit dikelola,” jelas Damai kepada RRI pada Kamis, 14 Mei 2026.
“Prinsip buang sampah pada tempatnya tak lagi cukup, karena tanpa pemilahan TPA hanya menjadi tempat penimbunan, bukan pengolahan. Kondisi ini diperparah dengan metode open dumping di TPA, yaitu penumpukan sampah secara terbuka yang mencemari tanah, air, dan udara, serta menimbulkan bau tak sedap, penumpukan ini juga menjadi sumber penyebaran penyakit,” tambahnya.
Karena itu, Damai mendorong perubahan paradigma dalam mengelola sampah. Ia menekankan pentingnya pemilahan mulai dari rumah tangga dan perkantoran sebagai langkah awal krusial.
“Selain berdampak lingkungan, perubahan pola pikir ini juga membawa manfaat ekonomi. Industri daur ulang dapat tumbuh, membuka lapangan pekerjaan baru, serta mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan sampah konvensional,” sebut Damai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....