Bupati Tapsel Integrasikan Lubuk Larangan Atasi Defisit Ikan
- 02 Mei 2026 14:17 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID. Tapsel - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, meluncurkan strategi terpadu untuk memangkas defisit produksi ikan di wilayahnya. Langkah ini dilakukan dengan mengombinasikan kearifan lokal "Lubuk Larangan" dan kemitraan strategis bersama korporasi skala nasional.
Hal tersebut disampaikan Gus Irawan saat menyerahkan bantuan 10.000 ekor benih ikan kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lubuk Larangan "Sahabat Bagusi" di Kelurahan Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Kamis 30 April 2026.
Tantangan Swasembada Ikan di Tapsel
Gus Irawan mengungkapkan bahwa saat ini Tapanuli Selatan masih mengalami defisit konsumsi ikan hingga hampir 50 persen. Dari total kebutuhan masyarakat yang mencapai 15.000 ton per tahun, produksi lokal baru menyentuh angka 8.800 ton.
Meski angka produksi telah naik dari sebelumnya 7.500 ton berkat Gerakan Seribu Kolam, Bupati menekankan perlunya percepatan melalui ekosistem ekonomi terpadu untuk mencapai swasembada pangan.
Strategi yang diusung Pemkab Tapsel saat ini berfokus pada penyelesaian masalah biaya pakan yang menyerap hingga 90 persen modal peternak. Untuk itu, pemerintah daerah membangun kemitraan dengan perusahaan nasional seperti Japfa.
“Melalui kemitraan ini, nantinya fasilitas kandang disiapkan kelompok, sementara bibit dan pakan difasilitasi dengan harga yang disepakati di awal. Kami juga mendorong BUMD menjadi distributor sekaligus offtaker agar hasil produksi masyarakat memiliki kepastian pasar,” ujar Gus Irawan.
Selain aspek industri, Bupati menekankan pentingnya kearifan lokal Lubuk Larangan. Sistem ini mewajibkan masyarakat menjaga sungai dari penangkapan ikan ilegal dan perusakan lingkungan, yang pada akhirnya memberikan nilai ekonomi tinggi saat masa panen tiba.
Menurut Gus Irawan, sektor pertanian dan perikanan merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Tapsel. Oleh karena itu, penguatan anggaran di sektor ini menjadi prioritas utama pemerintahannya.
“Karena sektor pertanian adalah penyumbang terbesar ekonomi daerah, maka anggarannya harus kita perkuat secara signifikan agar program ini langsung menyentuh masyarakat bawah,” tambahnya.
Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Syaiful, merinci bahwa bantuan yang diberikan terdiri dari benih ikan mas, jurung, baung, dan tawes. Benih ini akan dikelola di aliran sungai sepanjang 1,5 kilometer.
Efektivitas program ini berkaca pada kesuksesan wilayah lain seperti Kelurahan Garonggang, yang mampu meraup omzet hingga Rp100 juta dalam sekali panen Lubuk Larangan. Dana tersebut biasanya digunakan kembali untuk pembangunan fasilitas umum desa.
Menanggapi inisiatif tersebut, Ketua Pokmaswas Sahabat Bagusi, Ahmad Faizi Dalimunthe, menyatakan kesiapannya untuk menjaga kelestarian sungai. Ia berharap pendampingan teknis dari pemerintah terus berlanjut agar kearifan lokal ini bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....