Bupati Tapsel Wajibkan Program Makan Gratis Serap Tani

  • 02 Mei 2026 13:22 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapsel - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menginstruksikan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap bahan pangan langsung dari petani lokal.

Instruksi ini disampaikan Gus Irawan saat meresmikan SPPG Kelurahan Bintuju di Kecamatan Angkola Muaratais, Kamis, 30 April 2026. Langkah ini menjadi prioritas utama untuk membangkitkan kembali sektor pertanian daerah yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Bupati menegaskan bahwa program MBG harus memberikan dampak ganda: selain mencerdaskan siswa, juga harus menyejahterakan petani lokal. Hal ini krusial karena sektor pertanian menyumbang sekitar 43 persen pertumbuhan ekonomi di Tapanuli Selatan.

“Agar perputaran uangnya tetap di Tapsel, saya minta bahan-bahan yang diolah mengutamakan produksi lokal, mulai dari beras, sayur, daging, hingga ikan,” tegas Gus Irawan.

Program ini diharapkan menjadi solusi bagi para petani yang baru saja kehilangan ribuan hektare sawah dan kolam akibat luapan arus sungai. MBG kini dipandang sebagai mesin penggerak ekonomi yang mampu mengompensasi kerugian gagal panen warga.

Gus Irawan memproyeksikan potensi ekonomi yang sangat besar jika seluruh unit dapur MBG di Tapanuli Selatan sudah beroperasi penuh. Berdasarkan kalkulasi, perputaran uang dari pembelian bahan pangan serta penggajian tenaga kerja lokal diperkirakan mampu menembus angka Rp400 miliar per tahun.

“Program ini harus kita percepat. Semakin cepat dapur beroperasi, semakin cepat uang berputar di desa-desa dan ekonomi masyarakat kembali bangkit,” tambahnya.

Menanggapi instruksi tersebut, Kepala SPPG Bintuju, Martua Alfiansyah Harahap, menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas bahan baku. Saat ini, SPPG Bintuju telah melayani 1.723 siswa dengan standar pengolahan yang ketat sesuai regulasi Badan Gizi Nasional.

“Kami berkomitmen memenuhi standar gizi agar anak-anak tumbuh sehat dan cerdas. Ini adalah bagian dari upaya kita menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada,” ujar Martua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....