Jembatan Simbol Tapteng Bangkit
- 08 Feb 2026 19:56 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng - Jembatan Gantung atau Rambin, di Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyimpan cerita kekuatan kemanusiaan di balik keberadaannya.
Keganasan banjir bandang dan longsor menjadi alasan pembangunan jembatan gantung, di wilayah terdampak amukan dari bencana ekologis atau lingkungan itu.
Jembatan ini, membuka keterisoliran Desa Sibio-bio dan Desa Simanosor, di Sibabangun menuju daerah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sebuah kontruksi penghubung, yang dibangun dengan semangat gotong-royong oleh kelompok relawan bersama warga setempat pada masa darurat bencana.
Mereka adalah para relawan dari kelompok Tapteng Bangkit, Karang Taruna, Arei Peduli, 4x4 Perwira AAU’98, IOF dan Yayasan Semangat Jiwa Indonesia (SEJIWA).
"Pengerjaan pembangunan jembatan rambin ini, dimulai tanggal 14 hingga 22 Desember 2025," ungka Putra Riady, selaku koordinator kelompok relawan muda, di Tapteng pada Minggu, 8 Februari 2026.
Bencana lingkungan, yang melanda Aceh dan Sumatera Utara, tanggal 25 November tahun lalu, meluluhlantakkan banyak daerah termasuk Tapanuli Tengah.
Malapetaka ini, tidak sekedar merusak kokohnya bangunan, tapi juga tercatat menelan banyak korban jiwa.
Di tengah keterpurukan mental para penyitas, kolaborasi kelompok relawan tersebut hadir menyemangati dengan hati meski turut menjadi korban kebrutalan bencana.
Jembatan Gantung Muara Sibuntuon, sepanjang 50 meter, merupakan salah satu bukti fisik dari sekian banyak pergabdian kelompok relawan sebagai upaya proses pumulihan.
Jembatan yang diklaim pertama kali dibangun, di Tapteng bahkan Sumatera, pascabanjir bandang dan longsor melanda.
"Jembatan ini, menggunakan bahan kayu dari bekas bencana yg ada, dengan melibatkan warga dalam pembuatan nya," kata Ketua Relawan Tapteng Bangkit, Timbul Panggabean.
"Ini, menjadi jembatan pertama dibangun dengan semangat gotong-royong, pasca bencana tahun lalu," ujarnya, di lokasi Posko Tapteng Bangkit, Pandan.
Timbul menyebut Jembatan Gantung Muara Sibuntuon, menjadi simbol kebersamaan dan semangat untuk "Tapteng Bangkit Lebih Cepat dan Pulih Lebih Kuat".
Konstruksi yang tidak sekedar sebagai fasilitas perlintasan, tapi juga melambangkan titian harapan menuju Tapteng lebih baik.
"Niat kami (relawan) hanya agar warga bisa merasakan dampak positif dari apa yg kami perbuat. Karena, mereka tidak sendirian menghadapi situasi yang tidak pernah mereka inginkan," katanya.
"Besar harapan kami, hal-hal baik seperti ini, akan terus berlanjut bahu membahu bersama pemerintah daerah, hingga Tapteng kembali pulih sepenuhnya," imbaunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....