Penyintas Banjir Batang Toru Khawatir Ramadhan Di Pengungsian

  • 05 Feb 2026 11:19 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Tapsel: Hampir dua bulan lebih lamanya, sejumlah korban banjir bandang di Kecamatan Batang Toru bertahan di lokasi pengungsian. Kehilangan harta benda dan tempat tinggal membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain menetap di tenda-tenda darurat. Kini, rasa cemas mulai menyelimuti para pengungsi mengingat bulan suci Ramadhan akan segera tiba.

Warga sangat berharap dapat segera dipindahkan ke lokasi Hunian Sementara (Huntara). Bagi mereka, berada di hunian yang lebih layak akan memungkinkan mereka menjalankan ibadah puasa dan memasak secara mandiri bersama keluarga dengan lebih khidmat.

Dahliana, salah seorang pengungsi, mengaku sangat panik. Dirinya meminta pemerintah menanggapi serius lambatnya pembangunan hunian bagi korban bencana ini.

"Iya, sebentar lagi Ramadhan, makanya kami panik. Kalau bisa, saat bulan Ramadhan nanti kami sudah bisa memasak sendiri. Kalau kondisinya masih seperti ini (di tenda), bagaimana kami bisa puasa? Tidak mungkin kami hanya makan mie instan terus. Kami sangat khawatir, Pak. Kami berharap bisa segera pindah ke Huntara agar ibadah Ramadhan kami lancar," ungkapnya, pada Senin, 2 Februari 2026.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengejar target penyelesaian Huntara. Pemerintah berkomitmen merampungkan pembangunan tersebut sebelum memasuki bulan puasa.

Selain mempercepat fisik bangunan, pemerintah juga akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar 600 ribu rupiah per bulan selama tiga bulan ke depan. Dana ini diperuntukkan bagi warga yang tidak tertampung di Huntara agar dapat menyewa rumah sementara selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri.

"Kita akan coba kejar pembangunan Huntara, diharapkan selesai sebelum puasa sehingga masyarakat terdampak bisa segera pindah. Namun, bagi sekitar 1.400 jiwa yang tidak menempati Huntara, kami berikan Dana Tunggu Hunian untuk sewa rumah sebesar 600 ribu rupiah per bulan selama tiga bulan. Masyarakat tidak perlu khawatir, stok sembako juga kami siapkan. Kami akan terus hadir untuk memastikan warga sudah tinggal di tempat yang layak menjelang puasa ini." Ujarnya.

Bencana banjir bandang yang menerjang Kecamatan Batang Toru pada 25 November lalu telah menghanyutkan harta benda dan merusak rumah ribuan warga. Hingga saat ini, penyelesaian Huntara menjadi tumpuan utama bagi para penyintas untuk kembali merajut kehidupan yang lebih layak.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....