Lamhot: Salib Kasih Titik Nol Kekristenan di Tanah Batak

  • 10 Nov 2025 13:04 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Taput: Salib Kasih adalah satu destinasi wisata rohani yang paling pertama hadir di wilayah provinsi Sumatera Utara. Lokasi wisata rohani ini jelas sekali berdiri jauh sebelum ada Sibea-bea Samosir serta destinasi Taman Wisata Iman Dairi.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ir Lamhot Sinaga mengatakan, peradaban orang Batak disebut berawal dari kehadiran pendeta Nommensen di lokasi ini pada tahun 1863. Pendeta Nommensen memulai perjalanan misinya dari Barus pada tahun 1862 dan tiba di lokasi ini pada 1863.

"Meskipun Titik Nol peradaban Muslim telah ditetapkan oleh Presiden di Barus, penetapan serupa untuk Kekristenan di Tanah Batak belum pernah diresmikan. Saya akan perjuangkan Salib Kasih ini menjadi titik nol Kekristenan di Tanah Batak," kata lamhot dalam sambutannya pada kegiatan Mini Pesparawi Salib Kasih, Tapanuli Utara, Senin (10/11/2025).

Pada acara pesparawi itu, Lamhot Sinaga telah menyatakan komitmennya untuk berjuang mengusulkan penetapan titik nol tersebut. Dirinya akan berkonsultasi dengan banyak pendeta dari berbagai gereja demi menjadikan Salib Kasih sebagai pusat kekristenan di Tanah Batak.

"Ada hal mendasar yang harus kita perjuangkan bersama untuk menyebarluaskan Injil dan firman Tuhan kepada semua orang. Kehadiran Nommensen tidak boleh dilepaskan dan diabaikan dari semua kemajuan yang ada di Tanah Batak, " ujarnya.

Salib Kasih merupakan monumen untuk mengenang jasa misionaris Jerman Ingwer Ludwig Nommensen yang menyebarkan agama Kristen di Tanah Batak. Monumen Salib Kasih sendiri dibangun di Dolok (Bukit) Siatas Barita, Tapanuli Utara, mulai 30 Oktober 1993 dan diresmikan pada 30 Maret 1997.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....