"Tunik Bini Sah" Jadi Tren Busana Lebaran 2026

  • 17 Mar 2026 18:13 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Peta persaingan tren busana muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai menunjukkan pergeseran unik. Setelah sempat diramaikan dengan istilah "Gamis Bini Orang", kini muncul tren baru yang tengah naik daun di kalangan konsumen perempuan, yakni busana dengan label "Tunik Bini Sah".

Tren ini tidak hanya meramaikan jagat media sosial, tetapi juga berdampak langsung pada stok barang di sejumlah toko pakaian dan pusat perbelanjaan lokal. Model tunik yang menawarkan kesan elegan, sopan, namun tetap modis ini dinilai menjadi simbol kepercayaan diri bagi para ibu rumah tangga maupun perempuan muda dalam menyambut hari kemenangan.

Sartika, seorang pemilik toko baju di kawasan pasar Sibolga, mengonfirmasikan fenomena tersebut saat dihubungi dalam program siaran Santai Siang Pro 2 RRI Sibolga pada Rabu 11 Maret 2026. Ia menyebutkan bahwa penamaan unik ini menjadi strategi pemasaran yang sangat efektif tahun ini.

"Istilah Tunik Bini Sah ini sebenarnya merujuk pada model tunik long-cut dengan bahan silk premium atau bordir halus yang memberikan kesan berwibawa dan 'adem'. Banyak pelanggan yang datang langsung menanyakan model ini karena viral di TikTok dan Instagram," ujar Sartika melalui sambungan telepon.

Menurut Sartika, permintaan terhadap model tunik ini melonjak hingga 60 persen dibandingkan model kaftan atau gamis biasa. Ia juga menjelaskan bahwa karakteristik Tunik Istri Sah terletak pada potongan yang longgar (loose fit) namun tetap memiliki struktur yang tegas di bagian bahu, serta penggunaan warna-warna earth tone yang lembut.

"Kelebihan tunik ini adalah fleksibilitasnya. Selain untuk Salat Id dan silaturahmi, baju ini sangat nyaman dipakai seharian untuk menjamu tamu di rumah karena bahannya yang menyerap keringat dan tidak membatasi gerak," tambahnya.

Meski penamaan tren ini terdengar jenaka dan sarat akan unsur personal, Sartika menilai hal tersebut adalah bentuk kreativitas pelaku usaha dalam menarik minat beli masyarakat di tengah ketatnya persaingan bisnis fesyen muslim.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....