Syarat diterimanya Amalan
- 16 Mar 2026 11:19 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID,Sibolga – Dalam kehidupan seorang muslim, beramal bukan hanya tentang melakukan perbuatan baik, tetapi juga tentang bagaimana hati menghadirkan keikhlasan disetiap amal yang dilakukan.
Banyak orang melakukan kebaikan, namun tidak semua amal diterima Allah SWT. Salah satu syarat utama diterimanya amal adalah keikhlasan. Karena itu, memahami pentingnya ikhlas dalam beramal menjadi hal yang sangat mendasar dalam perjalanan spiritual seorang hamba.
Selain itu keikhlasan membuat seorang muslim tidak mudahterpengaruh oleh penilaian manusia. Orang yang memahami pentingnya ikhlas dalam beramal akan tetap berbuat baik meskipun tidak dilihat atau dipuji.
Hal ini disampaikan Ustadzah Alifia Zahra pada acara Tauladan Pro2 RRI Sibolga terkait syarat diterimanya amalan pada Minggu, 15 Maret 2026.
Pada program yang dipandu Ester Tampubolon, Alifia menyebutkan, salah satu hal yang sering tidak disadari umat Islam adalah bahaya amal yang tidak disertai niat yang tulus. Orang yang tidak memahami pentingnya ikhlas dalam beramal rentan terjebak dalam penyakit riya dan ujub.
“Selain riya dan ujub atau membanggakan diri juga merupakan bentuk ketidak ikhlasan. Orang yang tidak memahami pentingnya ikhlas dalam beramal sering merasa amalnya lebih baik daripada orang lain, ujar Alifia.
Bahaya lainnya adalah hilangnya ketenangan hati. Ketika amal dilakukan untuk manusia, hati akan selalu gelisah, takut tidak dihargai, kecewa saat tidak dipuji. Sebaliknya, seorang yang memahami pentingnya ikhlas akan selalu tenang karena hanya berharap balasan dari Allah.
Maka, memahami bahaya amal tanpa keikhlasan sangat penting agar setiap muslim menjaga niatnya tetap murni. Dengan hati yang tulus, amal yang sederhana pun akan memiliki bobot yang besar disisi Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....