Ramadhan Butuh Kesungguhan Hati, Bukan Seremonial

  • 06 Mar 2026 13:06 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Di bulan Ramadhan seringkali masyarakat lebih fokus pada sisi seremonial daripada makna esensial yang terkandung di dalamnya.

Ustazah Adek Andriani menegaskan, Ramadhan bukan sekadar rangkaian acara atau tradisi yang hanya dilakukan secara lahiriah, melainkan membutuhkan kesungguhan hati dan komitmen untuk memperbaiki diri, dikatakannya saat program Tauladan Pro 2 RRI Sibolga, Kamis, 5 Maret 2026.

"Ramadhan datang sebagai kesempatan emas untuk menyucikan jiwa, memperdalam hubungan dengan Allah SWT, dan meningkatkan kualitas diri sebagai seorang hamba," ujarnya.

Seremonial yang tidak disertai kesungguhan hanya akan membuat Ramadhan menjadi seperti bulan biasa saja.

Menurutnya, banyak orang yang hanya menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, dan membaca Al-Qur'an secara formal tanpa menyentuh sisi spiritual yang lebih dalam.

"Misalnya, kita ramai-ramai mengikuti pengajian atau buka puasa bersama, namun setelah itu tetap melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti berkata kotor, berbuat salah, atau tidak peduli dengan orang lain," katanya.

Ia menambahkan kesungguhan dalam Ramadhan dapat terwujud melalui berbagai cara, seperti benar-benar menahan lapar dan haus serta menjaga lisan, pandangan, dan hati dari hal-hal yang haram.

Selain itu, juga dengan meningkatkan amal kebajikan, seperti bersedekah, membantu sesama, dan memperbaiki hubungan dengan keluarga serta lingkungan sekitar.

"Mengisi bulan suci ini dengan kesungguhan yang tulus, kita dapat merasakan keberkahan dan rahmat Allah SWT yang melimpah." tutup Ustazah Adek Andriani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....