Ramadhan Jauh Dari Keluarga
- 25 Feb 2026 13:45 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Bulan suci ramadhan menjadi momen penuh makna bagi umat Muslim, khususnya sebagai sarana melatih kesabaran dan keikhlasan. Nilai-nilai tersebut semakin terasa bagi mereka yang menjalani ibadah puasa jauh dari keluarga, termasuk para mahasiswa yang harus merantau demi menuntut ilmu.
Ahmad Nawawi Matondang, seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Tapanuli Tengah, di program Pada Pro2 RRI Sibolga, Selasa, 24 Februari 2026, menyatakan, harus menjalani ramadhan jauh dari keluarga. Ia mengaku menjalani puasa jauh dari keluarga menjadi tantangan tersendiri, terutama saat sahur dan berbuka.
| Baca juga: Cara Meningkatkan Iman dan Taqwa di Ramadhan |
“Biasanya kalau di rumah, sahur sudah disiapkan orang tua. Sekarang harus bangun sendiri dan menyiapkan semuanya sendiri,” ujarnya.
Ahmad mengatakan, kondisi ini mengajarkannya untuk lebih sabar dan mandiri. Ia juga mengaku bahwa puasa bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga mengendalikan emosi dan memperkuat mental.
| Baca juga: Ketahui Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadhan |
Menurutnya, rasa rindu terhadap keluarga justru menjadi pengingat untuk menjalani ibadah dengan lebih ikhlas dan penuh kesungguhan.
Ia juga menambahkan ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, baik dari segi ibadah maupun sikap sehari-hari. Meski tidak bersama keluarga, Ahmad tetap berusaha menjaga semangat dengan mengikuti kegiatan keagamaan, seperti salat tarawih berjamaah dan membaca Al-Qur’an. Hal tersebut membantunya merasakan suasana Ramadhan yang hangat meski berada di perantauan.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk ikhlas dalam segala keadaan. Meski jauh dari orang tua, ini menjadi pelajaran berharga untuk kehidupan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....