Gus Irawan Kembali Pimpin HKTI Sumatera Utara

  • 09 Sep 2026 17:03 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Medan - Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu kembali dipercaya memimpin DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2031. Gus Irawan terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah HKTI Sumut yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPD dan DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Utara, Rabu,9 September 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar Lantai II Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan. Musda menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran HKTI dalam memperjuangkan kepentingan petani dan pembangunan sektor pertanian di Sumatera Utara.

Gus Irawan terpilih kembali setelah mendapat kepercayaan dari peserta Musda yang merupakan utusan DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Kepengurusan DPD HKTI Sumut periode 2026–2031 selanjutnya dilantik dan dikukuhkan.

Dalam sambutannya, Gus Irawan mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin HKTI Sumatera Utara. Ia menegaskan amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk memimpin HKTI Sumatera Utara periode 2026–2031. Amanah ini tentu akan kami jalankan bersama seluruh pengurus dan keluarga besar HKTI,” ujar Gus Irawan.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki posisi strategis karena menjadi sumber kehidupan masyarakat di berbagai kabupaten/kota Sumatera Utara. Sektor tersebut mencakup tanaman pangan, perkebunan, peternakan hingga perikanan.

“Memajukan pertanian pada akhirnya adalah bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, HKTI harus mengambil peran nyata di tengah-tengah petani,” katanya.

Gus Irawan menyatakan HKTI Sumut siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan pertanian, mulai produktivitas, pembiayaan, teknologi, pemasaran, hilirisasi hingga peningkatan nilai tambah hasil pertanian.

Ia juga menyoroti peluang hilirisasi sejumlah komoditas unggulan seperti kopi, kakao dan kelapa. Menurutnya, petani harus didorong tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari produk yang dihasilkan.

“Kami siap mendukung program pemerintah dalam memajukan pertanian di Sumatera Utara. HKTI akan terus mendorong kolaborasi agar program-program pertanian dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN HKTI H. Abdul Kadir Karding melalui sambungan Zoom menekankan pentingnya HKTI menjadi organisasi yang benar-benar hadir memberikan solusi bagi petani. Ia menyebut terdapat lima agenda transformasi yang perlu diperkuat, yakni organisasi petani, regenerasi petani, kelembagaan ekonomi, akses pasar serta fungsi HKTI sebagai fasilitator.

Menurutnya, penguatan organisasi petani diperlukan agar posisi tawar petani semakin baik. HKTI juga harus mendorong regenerasi karena rata-rata usia petani saat ini semakin tua.

“HKTI harus mendorong program-program yang mempersiapkan kader pertanian masa depan, baik melalui pertanian milenial, pertanian digital maupun pengembangan agribisnis,” pesannya.

Selain itu, HKTI didorong memperkuat kelembagaan ekonomi petani melalui koperasi dan pengembangan usaha. Organisasi tersebut juga diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas serta menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah, dunia usaha dan akademisi.

Dukungan terhadap kepengurusan baru HKTI Sumut juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pesan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution disampaikan Wakil Gubernur Sumut H. Surya.

Pemprov Sumut menilai pertanian merupakan sektor strategis yang menopang perekonomian sekaligus kehidupan masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan, sektor pertanian menyumbang sekitar 25,89 persen terhadap PDRB Sumatera Utara dan menjadi sumber penghidupan lebih dari 2,42 juta tenaga kerja atau sekitar 35,4 persen total tenaga kerja di Sumatera Utara.

Wakil Gubernur Sumut berharap kepengurusan HKTI periode 2026–2031 dapat menjalankan amanah dengan integritas, dedikasi dan komitmen. HKTI juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi, regenerasi petani, kepastian pasar, pembiayaan serta hilirisasi.

“Keberhasilan pembangunan pertanian tidak mungkin dicapai pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan organisasi petani, kelompok masyarakat, dunia usaha, akademisi, generasi muda dan seluruh unsur masyarakat untuk bergerak bersama,” demikian pesan yang disampaikan.

Kegiatan turut dirangkaikan dengan pelantikan Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Pengibaran Pataka HKTI dilakukan secara serentak sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru di tingkat daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran DPN HKTI, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso, sejumlah wakil kepala daerah kabupaten/kota, Sultan Deli Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam, Ketua DPC HKTI se-Sumatera Utara serta jajaran pengurus dan undangan lainnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, HKTI Sumatera Utara diharapkan semakin solid dalam memperjuangkan aspirasi petani. Organisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, mendorong hilirisasi serta membangun ekosistem pertanian yang maju, modern dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....