Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Ancam Sektor Pariwisata

  • 11 Jun 2026 10:22 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya untuk non subsidi yang diberlakukan Pertamina mulai 10 Juni, dinilai dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Kenaikan harga itu berpotensi meningkatkan biaya transportasi wisata, khususnya transportasi darat yang selama ini menjadi penunjang utama mobilitas wisatawan.

Hendra Sahputra Pengamat Ekonomi dari Institut Bisnis dan Teknologi Al Washliyah (IBTA) Sibolga-Tapanuli Tengah mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang cukup rentan terhadap fluktuasi harga energi.

Kenaikan harga BBM non subsidi kata Hendra, akan memicu kenaikan tarif paket wisata, biaya akomodasi, hingga harga makanan dan minuman di kawasan destinasi wisata.

"Akibatnya, daya tarik destinasi berpotensi menurun jika wisatawan mengurangi pengeluaran untuk perjalanan," ujar Hendra di Kawasan Katamso Sibolga, Kamis, 11 Juni 2026.

Selain itu, kenaikan harga ini menjadi dilema bagi pelaku usaha wisata antara menaikkan harga layanan atau mempertahankan tarif demi menjaga jumlah kunjungan.

"Jika tarif dinaikkan, dikhawatirkan minat wisatawan menurun. Sebaliknya, jika harga tetap dipertahankan, margin keuntungan usaha akan semakin tertekan akibat membengkaknya biaya operasional karena pasti ada kenaikan operasional seperti tranportasi atau distribusi barang misalnya," kata Hendra.

Menurutnya, pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di tengah kenaikan harga BBM non subsidi.

"Dukungan boleh saja berupa insentif, promosi wisata, maupun penguatan efisiensi operasional. Ini penting agar sektor pariwisata tetap tumbuh dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional," kata Hendra mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....