Kenali Bahasa dan Seni Suku Mandailing

  • 23 Sep 2024 06:57 WIB
  •  Sibolga
KBRN, Sibolga: Mandailing adalah suku di suatu wilayah Kabupaten di provinsi Sumatera Utara yang daerahnya berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Barat.
Lalu seperti apa bahasa dan seni suku Mandailing, berikut ulasannya dalam program Budaya Negeri Pro1 RRI Sibolga pada Kamis (19/9/2024) lalu, dikutip dari portal Pemkab Mandailing Natal.
1. Bahasa
Mandailing adalah sebuah komunitas atau forum suku yang berada di wilayah Mandailing, mengamalkan hukum adat.
'Hombar do Adat dohot Ibadat' yang menyiratkan Adat dan Ibadah tidak dapat dipisahkan. Artinya, adat tidak boleh bertentangan dengan agama Islam.
Bahasa Andung, Bahasa Adat, Bahasa Parkapur, Bahasa na Biaso, dan Bahasa Bura adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Mandailing, dengan bahasa Bura sebagai bahasa ibu mereka.
Mereka yang bermarga Nasution, Lubis, Pulungan, Batubara, Rangkuti, Daulay dan Matondang dianggap anggota masyarakat Mandailing Natal.
Orang Mandailing berbeda dari Batak Mandailing, juga dikenal sebagai Batak yang tinggal disana dan termasuk klan Hasibuan, Harahap dan Siregar.
Mereka berasal dari pedalaman pantai barat Sumatera serta daerah Tapanuli Selatan dan Utara di Indonesia.
2. Seni (Kesenian)
Tor-tor magis dan tari serampang dua belas merupakan representasi dari budaya (hiburan) suku Mandailing.
Berbicara tentang Gordang Sambilan, alat musik tradisional yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa dari Mandailing.
Para ahli etnomusikologi melihat bahwa Gordang Sambilan sebagai ansambel musik unik di dunia. Musik tradisional keramat (kudus) paling penting terutama di masa lalu, adalah milik Mandailing.
Karena dianggap memiliki kemampuan magis untuk menyulap arwah leluhur untuk membantu melalui perantara atau dukun bernama Sibaso, Gordang Sambilan dipuja sebagai benda suci.
Dahulu, Gordang Sambilan harus ada di setiap kerajaan otonom banyak terdapat di Mandailing. Gordang Sambilan hanya digunakan saat upacara adat pernikahan dan perayaan Idul Fitri.
Balai adat kerajaan bentuk bangunan khusus yang disebut Sopo Godang berdekatan dekat dengan Bagas Godang atau rumah raja merupakan tempat penyimpanan alat musik suci.
Terakhir, produk seni Mandailing berupa kain ulos, kerajinan tenun dibuat suku Mandailing (Abid Godang) yang selalu dikenakan saat pernikahan, pemakaman, pembangunan rumah, upacara tari tor-tor dan pemindahan warisan.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....