Dogeza, Seni Meminta Maaf Ekstrem di Jepang
- 03 Feb 2026 15:35 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Dogeza (土下座) dikenal sebagai salah satu bentuk permintaan maaf yang ekstrem dalam budaya Jepang. Tradisi ini dilakukan dengan berlutut dan membungkukkan badan hingga dahi menyentuh lantai sebagai tanda penyesalan mendalam.
Mengutip Japanesestation.com pada Selasa, 3 Februari 2026 dogeza dilakukan ketika ucapan maaf dianggap tidak cukup untuk menebus kesalahan. Tindakan ini mencerminkan kesungguhan pelaku dalam meminta pengampunan atas kesalahan yang diperbuat.
Praktik dogeza dilakukan oleh masyarakat Jepang dalam situasi tertentu yang dianggap serius. Biasanya, tindakan ini dilakukan kepada pihak yang merasa dirugikan sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Dogeza bukanlah kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Tradisi ini umumnya muncul dalam kondisi terdesak atau ketika pelaku merasa telah melakukan kesalahan besar.
Dalam praktiknya, pelaku akan berlutut, menundukkan tubuh, dan meletakkan dahi ke lantai. Posisi tersebut melambangkan kerendahan hati dan kesediaan menerima konsekuensi.
Budaya ini menunjukkan kuatnya nilai rasa malu dan tanggung jawab dalam masyarakat Jepang. Permintaan maaf tidak hanya disampaikan dengan kata, tetapi juga dengan sikap tubuh yang mencerminkan penyesalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....