Omo Niha, Rumah Panggung Tradisional Masyarakat Nias

  • 27 Okt 2024 16:52 WIB
  •  Sibolga
KBRN, Simbolga : Omo Niha merupakan rumah panggung tradisional khas masyarakat Nias yang dibangun untuk tempat tinggal sehari-hari. Rumah adat ini menampilkan ciri khas budaya Nias dan memiliki nilai sejarah yang mendalam.Hal ini disampaikan di Budaya Negeri di Pro 1 RRI Sibolga, Rabu (23/10/2024).

Dikutip dari Laman Wikipedia,Selain Omo Niha, terdapat juga jenis rumah adat lain yang disebut Omo Sebua, yang difungsikan sebagai tempat kediaman khusus bagi para kepala negeri (tuhenöri), kepala desa (salawa), atau kaum bangsawan.

Omo Niha dibangun di atas tiang-tiang kayu nibung (Oncosperma tigillarium) yang tinggi dan kokoh, dengan atap dari daun rumbia (Metroxylon sagu). Bentuk denah rumah adat ini bervariasi, dengan beberapa di antaranya berbentuk bulat telur yang lazim ditemukan di wilayah Nias utara, timur, dan barat. Di bagian tengah dan selatan Nias, rumah adat ini lebih sering berbentuk persegi panjang.

Menariknya, rumah panggung ini tidak memiliki pondasi yang tertanam ke dalam tanah dan seluruh kerangka bangunannya disambung tanpa paku, yang menjadikannya tahan terhadap gempa.

Rumah ini memiliki dua ruangan utama. Bagian depan digunakan untuk menerima tamu, bahkan sering dijadikan tempat menginap bagi mereka. Sementara itu, bagian belakang menjadi area privat untuk keluarga pemilik rumah.Di halaman depan rumah adat ini biasanya terdapat patung batu dan tempat duduk batu yang digunakan dalam berbagai upacara adat.

Selain itu, lapangan desa sering kali dilengkapi dengan batu-batu besar yang berfungsi sebagai arena upacara lompat batu, salah satu tradisi khas masyarakat Nias. Bagi yang ingin melihat peninggalan batu dari masa Megalitik, desa-desa seperti Bawomataluwo dan Hilisimaetano masih mempertahankan batu-batu tersebut dalam kondisi baik.

Ada pula bangunan adat lain yang bernama Osali, dahulu digunakan sebagai rumah berhala orang Nias. Namun, seiring dengan perubahan kepercayaan masyarakat yang sebagian besar telah memeluk agama Kristen, Osali kini juga merujuk pada gereja-gereja di Nias.Omo Niha dan Omo Sebua menjadi bukti kekayaan budaya dan tradisi arsitektur yang penuh filosofi di tanah Nias, yang patut dilestarikan sebagai warisan bangsa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....