Merawat Warisan Budaya Kuliner Pesisir Khas Sibolga
- 15 Jun 2026 12:18 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Berada di pesisir pantai barat Sumatra Utara, kota Sibolga tidak hanya kaya akan panorama lautnya, tetapi juga menyimpan warisan kuliner khas yang sarat akan nilai sejarah dan akulturasi budaya.
Kuliner pesisir Sibolga, seperti Nasi Tuhe, Panggang Pacak, hingga kudapan manis Lompong Sagu, kini mulai kembali dilirik.
Kekhasan kuliner Sibolga terletak pada perpaduan cita rasa yang unik. Sebagai kota pelabuhan bersejarah, masakan Sibolga merupakan hasil perkawinan budaya antara suku asli pesisir (Pesisir/Minang) dengan pengaruh Batak, Melayu, hingga Arab dan India.
Panggang Pacak, misalnya. Olahan ikan khas ini memanfaatkan teknik memukul-mukul (mancacak) bumbu kelapa muda berrempah ke atas tubuh ikan selama proses pembakaran. Teknik tradisional ini menghasilkan rasa gurih yang meresap sempurna hingga ke serat daging terdalam, sebuah metode yang tidak ditemukan di daerah lain.
Namun, tantangan terbesar saat ini adalah regenerasi. Banyak generasi muda yang lebih mengenali menu berbasis franchise global ketimbang kuliner otentik tanah kelahiran mereka sendiri.
Pengamat budaya muda di Sibolga, Alma menuturkan kunci utama dari bertahannya kuliner lokal adalah adaptasi tanpa menghilangkan esensi asli.
"Kuliner itu adalah identitas hidup. Kalau kita berhenti memasaknya di rumah, maka satu babak sejarah Sibolga akan hilang. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana mengemas kuliner tradisional ini agar terlihat keren di mata anak muda, baik dari segi penyajian maupun pemanfaatan media sosial untuk pemasarannya," ujarnya saat program Teras Pro2 RRI Sibolga tentang Budaya. Sabtu, 13 Juni 2026.
Selain itu, digitalisasi UMKM juga mulai menyasar para penjual Lompong Sagu kaki lima. Dengan bantuan kemasan yang lebih higienis dan menarik serta sistem penjualan daring, kuliner yang dahulu dianggap "makanan kampung" ini kini mulai naik kelas dan menjangkau penikmat di luar kota Sibolga.
Melestarikan kuliner warisan budaya bukan sekadar urusan memanjakan lidah, melainkan menjaga kedaulatan budaya.
Dukungan dari sektor perhotelan dan pariwisata di Sibolga diharapkan bisa semakin kuat, misalnya dengan mewajibkan menu lokal sebagai hidangan selamat datang bagi para wisatawan.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan kesadaran generasi muda, diharapkan kuliner warisan budaya akan terus ada, melintasi generasi dan tetap menjadi kebanggaan kota terkecil di Indonesia ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....