Hindari Paparan Asap untuk Mencegah Gangguan Kesehatan

  • 22 Sep 2026 16:35 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, SIbolga - Paparan asap dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Asap yang terhirup dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan maupun organ tubuh lainnya. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan yang banyak mengandung asap serta berupaya mengurangi kontak langsung dengan sumber asap untuk mencegah munculnya berbagai keluhan kesehatan.

dr. Yovita Alviana, Dokter Umum sekaligus Health Educator, pada Dialog Kentongan Pro 1, Selasa, 22 September 2026 menjelaskan langkah pencegahan yang perlu disesuaikan dengan penyebab gangguan kesehatan yang dialami. Jika keluhan muncul akibat paparan asap, maka upaya yang dapat dilakukan adalah menghindari atau mengurangi kontak dengan asap itu langsung. Dengan menjauh dari sumber paparan, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko munculnya gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kualitas udara.

“Paparan asap dapat menimbulkan sejumlah gejala, mulai dari sesak napas, batuk, iritasi pada mata, hingga hidung tersumbat. Keluhan ini dapat muncul sebagai respons tubuh terhadap zat atau partikel yang terdapat dalam asap. Tingkat keluhan yang dirasakan setiap orang dapat berbeda, sehingga kondisi kesehatan dan intensitas paparan juga perlu menjadi perhatian,” ujar dr. Yovita.

Ia menambahkan, tidak semua gangguan kesehatan disebabkan oleh asap. Keluhan tertentu juga dapat dipicu oleh faktor lain, termasuk virus, bakteri, maupun penyebab lainnya. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengetahui faktor yang memicu munculnya gejala agar langkah pencegahan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada satu penyebab.

Dalam kondisi lingkungan yang terdapat banyak asap, masyarakat juga perlu memperhatikan kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan. Mengurangi aktivitas di area yang penuh asap dan menghindari paparan secara langsung dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan. Penggunaan perlindungan yang sesuai juga dapat dipertimbangkan ketika seseorang harus berada di lingkungan yang berasap.

“Apabila seseorang sudah mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau hidung tersumbat setelah terpapar asap, kondisi ini perlu diperhatikan. Terlebih apabila keluhan berlangsung atau semakin berat, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai,” kata dr. Yovita.

Dengan mengenali penyebab gangguan kesehatan dan menghindari faktor risikonya, masyarakat diharapkan dapat lebih aktif menjaga kesehatan diri dan keluarga. Pencegahan sederhana seperti mengurangi paparan asap, menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar, serta segera mencari pertolongan medis ketika muncul gejala yang mengkhawatirkan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, khususnya kesehatan pernapasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....