Pathological Liar, Kenali Ciri dan Dampaknya dalam Kehidupan
- 13 Sep 2026 21:19 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga — Kebiasaan berbohong dapat menjadi masalah jika dilakukan berulang kali dan sulit dikendalikan. Kondisi ini dikenal dengan istilah pathological liar atau kebiasaan berbohong secara terus-menerus.
Dilansir dari Alodokter.com, pathological liar bukan merupakan diagnosis resmi dalam dunia kesehatan mental. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan pola berbohong yang terjadi berulang dan dapat mengganggu kehidupan seseorang.
Tidak semua orang yang pernah berbohong dapat disebut sebagai pathological liar. Pada kondisi ini, kebohongan dapat muncul meski tidak memberikan keuntungan atau alasan yang jelas.
Salah satu cirinya adalah menceritakan sesuatu dengan sangat rinci, tetapi sulit dibuktikan kebenarannya. Cerita tersebut juga dapat berubah ketika orang lain menanyakan atau mengonfirmasi detailnya.
Ciri lainnya adalah tetap mempertahankan cerita meskipun kebohongan mulai diketahui orang lain. “Seseorang dapat menyangkal, menambahkan cerita baru, mengubah informasi, atau mengalihkan pembicaraan”, ujar Nita, pendengar dalam program SPADA, Sabtu, 12 September 2026.
Kebiasaan berbohong juga dapat menjadi perhatian ketika terjadi berulang kali dan sulit dikendalikan. Dampaknya dapat membuat orang lain kehilangan kepercayaan serta memicu konflik dalam hubungan, keluarga, atau pekerjaan.
Meski demikian, kebiasaan tersebut tidak selalu dilakukan untuk merugikan atau memanipulasi orang lain. Karena itu, penilaian sebaiknya melihat pola perilaku secara keseluruhan dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Jika kebiasaan berbohong mulai mengganggu hubungan atau kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian. Konsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi langkah untuk memahami perilaku tersebut dan mencari penanganan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....