Mengenal Manfaat Intermittent Fasting bagi Kesehatan Tubuh

  • 25 Agt 2026 09:17 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga — Intermittent fasting atau puasa berselang merupakan pola makan yang mengatur waktu makan dan periode berpuasa. Pola ini banyak diteliti karena berpotensi membantu pengelolaan berat badan dan beberapa indikator kesehatan metabolik.

Salah satu pola yang populer adalah 16:8, yaitu makan dalam rentang delapan jam dan berpuasa selama 16 jam. Menurut Johns Hopkins Medicine, selama periode puasa tubuh dapat menggunakan cadangan energi, termasuk lemak, sebagai salah satu sumber energi.

Pembatasan waktu makan dapat membantu sebagian orang mengatur asupan kalori dan berat badan. Namun, kualitas makanan tetap perlu diperhatikan agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

Selain berat badan, penelitian juga menunjukkan intermittent fasting berpotensi memengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas insulin. Namun, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang sehingga penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Salah satu pendengar Pro 2 RRI Sibolga, Naura, menilai pola makan dengan waktu terbatas dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga pola hidup sehat jika dilakukan secara tepat. Dalam pesan interaktif WhatsApp program SPADA, Jumat, 21 Agustus 2026, Naura menceritakan pengalamannya.

“Pola ini dapat membantu melatih pola makan yang lebih teratur, tetapi jangan sampai dilakukan secara ekstrem,” ujar Naura.

Menjalani intermittent fasting bukan berarti harus menahan lapar selama mungkin. Pola yang realistis, asupan makanan bergizi, kecukupan cairan, dan waktu tidur yang cukup tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Ibu hamil, remaja, serta orang dengan kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba pola puasa berselang. Penyesuaian pola makan dengan kondisi tubuh penting dilakukan agar penerapannya tetap aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....